Mau Jokowi Capres? Bikin PDIP Menang 20 Persen

calon-gubernur-jawa-barat-rieke-diah-pitaloka-di-_130224105649-522

untuk politisi yang karbitan, langkah pdip didalam pilkada gubernur benar-benar merasa aneh. keanehannya mucul pada penentuan kader sendiri yang maju di pilkada : reike ( jabar ), simbolon ( sumut ), puspayoga ( bali ), ganjar ( jateng ) serta waktu ini bambang dh ( ja-tim ). dari jumlah nama yang diturunkan, didalam hitungan kertas sulit untuk mereka untuk memenangkan pilkada gubernur di area tiap-tiap. didalam peta perpolitikan pilkada, sosok petahana bisanya dapat menang kalau tidak ada skandal yang menyeret dirinya. lantas kenapa pdip mengajukan kader sendiri untuk maju di pilkada ? tidaklah tujuan sesuatu penyerahan yaitu mendapatkan kemenangan…. serta dapat di buktikan dari 2 dari lima telah kalah. inilah siasat tingkat tinggi yang berpikiran waktu panjang ketimbang menyaksikan ke tujuan waktu pendek. pertama-tama, butuh diperhatian bahwa pdip bukan hanya punya tujuan pengin kalah di pilkada. layaknya seluruh parpol lain, mereka juga pengen menang. gara-gara itu semua sumber daya yang dimiliki, terhitung sosok pak jokowi yang terlampau digemari banyak orang, dipakai. walau demikian, pdip menyaksikan bahwa sosok gubernur telah tidak sepenting pada era orde baru ( jika dki yang tidak tahu penentuan walikota serta bupati ). kapabilitas memang ada di area tingkat 2 ( kota/kabupaten ) serta tentunya ditingkat nasional. gara-gara itu, kekalahan di pilkada propinsi tidak disesali pdip. mereka terus “nekat” menempatkan kader sendiri. yang terakhir yaitu di ja-tim. didalam perhitungan kasar, apabila pdip pengin berpikir pragmatis serta waktu pendek, pdip bakal terima pinangan khofifah yang tetap punya peluang untuk mengambil kemenangan pasangan petahana yang terlampau kuat ; pakde karwo serta gus ipul. tapi pdip tahu bahwa dengan terima pinangan khofifah, pdip bakal mendudukkan kadernya di kursi wagub. kampanye “jombang” ( ijo-abang dengan kata lain hijau-merah ) yang diusung pasangan ini cuma bakal serupa dengan petahana. gara-gara itu, pdip lebih mementingkan mengumpulkan kapabilitas sendiri buat pileg serta pilpres mendatang. ketimbang kehilangan ‘captive market’-nya gara-gara berbaur dengan kapabilitas lain, pdip pilih memperkuat ikatan pemilih yang setia. memasang said yang asli madura, pdip menarik juga pemilih dari keturunan madura yang tidak cuma kuat di pulau madura tapi juga di tapal kuda ( pantai utara ja-tim ). siasat yang pengin dikerjakan yaitu sosok siapa-siapa saja yang di ajukan bukan hanya perihal yang penting…. yang penting yaitu kaum marhaen dapat bersatu. apabila mereka bersatu didalam “lara-lapa”, diinginkan pdip bakal sukses didalam pileg serta pilpres di 2014. kekalahan di pilada justru bakal makin menambah kematangan serta militansi beberapa pendukungnya. gara-gara itu meskipun hasil dipilkada jabar, pdip kelihatan kalah, tapi justru pdip menang dengan menaikkan captive market-nya gara-gara suaranya murni nada kaum marhaen. hasil pileg paling akhir di jabar, pdip mendapatkan 16 prosen sesaat rieke yang maju dengan kendaraan sendiri mencapai 28 prosen atau nyaris 2 x lipat. di sumut, pdip beroleh 17 prosen namun simbolon mendapatkan 27%. perihal yang sama diinginkan juga berlangsung di area sesudah itu. dengan mendapatkan nada murni di atas 20%, pdip bertekat untuk mencapai nada sebanyak-banyaknya di pileg serta dapat maju sendirian di pilpres. pdip juga terlampau menghimpitkan mlitansi kader layaknya yang diperlihatkan jokowi sebagai panutan untuk kader yang lain. apabila toh di bali kalah biarpun, pdip bakal berikan pelajaran punya nilai pada mangku pastika bahwa militansi ( apabila pinjam makna di tentara ; jiwa korsa ) itu lebih penting ketimbang kemenangan di waktu pendek. tidak heran puspayoga ‘ngotot’ supaya logo pdip terus keluar ditanda gambar mereka. apabila toh pastika menang, siapakah yang parpol yang mengklaim kemenangannya ? pd, golkar, pan atau partai lain ? demikianlah juga kala kelak karsa menang…. seluruh partai tersebut bakal gigit jari gara-gara mereka perlu kembali saling bertarung untuk berebut kursi di pileg. sesaat pdip nyaman kerja sendirian serta justru menambah captive market-nya.

 

 

Strategi cerdik PDIP di Pilgub: Kalah untuk Menang

Sumber:  politik.kompasiana.com

Apel bersama

polisi 2

 

 

Surabaya untuk memelihara keamanan kesibukan pilkada bali 15 mei 2013, polda jawa timur urun pasukan. tidak tanggung-tanggung, 105 personal kompi 4 den a por sat brimob polda jawa timur hari ini diberangkatkan.

wakapolda jawa timur brigjen pol moegiarto menjelaskan, tugas dari brimob polda jawa timur sesuaikan keperluan serta perubahan keadaan di polda bali.

jalankan tugas dengan optimal sebagai bentuk pengabdian terhadap bangsa serta masyarakat, kata wakapolda jawa timur brigjen pol mochigiarto kala melepas pasukan brimob polda jawa timur, sabtu ( 11/5/2013 ).

di waktu berbarengan, kasat brimob polda jawa timur kombes pol mashudi belum dapat menegaskan waktu tugas pasukannya di bali.

personel kami dapat bertugas sampai batas waktu yang tidak di pastikan, sesuai dengan perubahan keadaan serta situasi keamanan di bali, papar mashudi.

ratusan personel brimob tersebut pagi ini diberangkatkan melalui jalur darat. mereka memanfaatkan 5 bus menuju bali.

 

Ratusan Brimob Jatim Diturunkan ke Pilkada Bali

 

Sumber: detik.com

 

Pilkada Serentak, Lima Kabupaten di NTT Tuntaskan Pemungutan Suara

pasangan-incumbent-menang-di-pilkada-magetan

 

jelang proses pilkada jawa timur untuk penentuan gubenrur serta wakil gubernur pada 29 agustus 2013 mendatang waktu ini terus disiapkan. di antaranya gelar rapat persiapan fasilitasi yang digelar oleh pemprov ja-tim undang kpu, polri, serta tni ad. didalam rapat tersebut, sekretaris area provinsi ja-tim, dr h rasiyo membidik tingkat partisipasi masyarakat ja-tim kala menyukseskan pilkada mendatang memperoleh kira-kira lebih 85 %. “pemilukada ja-tim ini dapat dikatakan sukses seumpama tingkat pertisipasi masyarakatnya dapat memperoleh kira-kira lebih 85 %. ini dapat terwujud seumpama sosialisasi terus gencar dilaksanakan serta keadaan ja-tim aman, nyaman, serta kondusif, maka masyarakat bisa berikan hak suaranya tanpa rasa cemas, ” kata rasiyo kala di konfirmasi di hotel grand mercure surabaya, rabu ( 8/5 ).

 

Untuk proses sosialisasi tahapan Pemilukada Jatim, kata dia, sudah mulai dilakukan oleh KPU Jatim dengan menggandeng media massa cetak dan elektronik. Sehingga, lanjut dia, Pemprov Jatim bakal terus membantu sosialisasi agar masyarakat dapat bisa berpartisipasi dengan memberikan hak suaranya saat pemilihan berlangsung.

Selian itu, kata Rasiyo, yang tak kalah penting adalah terciptanya rasa aman, nayman, dan damai sehingga situasi dan kondisi Jatim kondusif. Hal ini, lanjutnya, menjadi tanggung jawab bersama dengan dibantu oleh personil Polri dan TNI. “Proses pengamanan pilkada harus dipersiapkan dengan matang untuk mengantisipasi kerawanan konflik,” ujarnya.

Ia mengatakan, kunci suksesnya berawal dari keamanan distribusi logistik pemilu dah proses pencoblosan di TPS. Artinya, jika rekapituliasi data dan hasil pemilihan berjalan lancar serta para saksi dari calon mau menandatangani hasilnya, maka pilkada bisa dikatakan sukses. “Belajar dari pengalaman 2008, kami berharap Pilkada Jatim berlangsung satu putaran agar dapat menghemat anggaran,” ujarnya

Menurut dia, selama ini tingkat partisipasi masyarakat yang kurang karena disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, bisa karena tidak peduli, tidak memahami tujuan dari pelaksanaan Pilkada, atau sikap acuh tak acuh karena rasa pesimistis pada pemimpin yang maju di pilkada. Rasiyo pun mengimbau agar masyarakat bisa menyalurkan aspirasinya pada pesta demokrasi yang bakal digelar tiga bulan lagi.

Agar partisipasi masyarakat meningkat, bagi warga yang tidak masuk dalam DPT (daftar pemilih tetap) yang tertera TPS (tempat pemungutan suara), maka tetap bisa menggunakan hak suaranya. Merujuk dari putusan Mahkamah Kosntitusi No 85 dan 87/PUU-X/2012, maka warga yang tak masuk DPT bisa menggunakan hak suaranya dengan empat ketentuan.

Pertama adalah menggunakan KTP dan KK sebagai bukti agar bisa gunakan hak pilih. Kedua hak pilih tersebut hanya bisa digunakan di TPS sesuai lokasi alamat KTP yang berlaku saat itu. Ketiga yakni melakukan pendaftaran pada petugas KPPS dan keempat yakni pelaksanaan pemilihan bisa dilakukan satu jam sebelum pemungutan suara selesai atau ditutup

 

PILKADA JATIM, TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DITARGETKAN 85%

Sumber:  kominfo.jatimprov.go.id