Besok Pilkada Langkat, TPS di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Percepat Anggaran Pilkada Serentak

Percepat Anggaran Pilkada Serentak

KPU Sumbar meminta KPU kabupaten/kota mempersiapkan alokasi dana untuk pelaksanaan pilkada di masing-masing daerah. Pasalnya, pelak­sanaan pilkada di kabupaten/kota dilak­sanakan serentak pada 2015 mendatang.

Koordinasi Divisi Logistik dan Keua­ngan KPU Sumbar, Fikon usai membuka rapat koordinasi KPU kabupaten/kota se-Sumbar di Hotel Grand Inna Muara Padang, Kamis (19/9).

“Persiapan anggaran pilkada itu pen­ting. Meski waktunya masih jauh, tapi dengan persiapan lebih cepat akan lebih baik,” katanya didampingi Sekretaris KPU Sumbar, Hendrinal.

Hal itu, katanya, untuk menghindari kekhawatiran pemerintah daerah jika anggaran pilkada itu disediakan dalam waktu yang berdekatan dengan pelaksa­naan pilkada itu sendiri.

“Kita kan tahu, biaya yang dibutuhkan untuk pilkada itu besar jumlahnya, bisa mencapai belasan bahkan puluhan miliar. Bagi pemerintah daerah, ini akan jadi berat jika dana itu disediakan sekaligus, soalnya dana dari APBD tidak mencukupi untuk penyediaan dana pilkada sekaligus,” tukasnya.

Tidak cuma itu, kekhawatiran lain yang dirasakan Fikon adalah mekanisme dari penganggaran hingga pengesahaan angga­ran sering molor dari batas waktu yang ditentukan pusat pada Desember.

“Dampak dari keter­lam­batan pengesahan anggaran itu, menyebabkan tahapan pilkada terganggu,” kata man­tan ketua KPU Agam tersebut.

Sekretaris KPU Sumbar, Hendrinal menambahkan, di­per­c­epatnya tahapan penyu­sunan alokasi dana pilkada di 13 kabupaten/kota itu, se­mata-mata mempermudah langkah pemkab dan pemko dalam me­nyiap­kan dana pil­kada daerah­nya.

Hendrinal menyebutkan, anggaran pilkada serentak pada 2010 lalu sebesar Rp 70,2 miliar. Sementara yang diang­garakan dalam APBD Provinsi Rp 30 miliar. “Jalan keluarnya, dilaku­kan efisiensi dan mem­percepat membuat rancangan anggaran oleh masing-masing KPU kabu­paten/kota,” ucap Hendrinal.

Karena itu, dia minta KPU kabupaten/kota yang ikut ra­kor secepatnya menyusun ang­garan pilkada. “Setelah diba­has internal, dibicarakan de­ngan pemda dan DPRD agar bisa dipahami masing-masing pihak,” katanya.

Sekretaris KPU Kota Bukit­tinggi, Yasman saat itu menga­takan akan segera menyusun anggaran pilkada itu. Dia mem­­­perkirakan biaya untuk Pilkada 2015 naik dibanding Pilkada 2010 yang dilaksa­nakan seren­tak dengan pilgub dan pilkada da­erah lain di Sumbar.

“Pada 2010 lalu, diang­gar­kan Rp 6 miliar untuk dua putaran. Itu membuat keua­ngan kota agak terganggu. Be­runtung pilkada hanya satu pu­taran, dan dana yang terpa­kai sekitar Rp 2,8 miliar,” jelasnya.

Menyangkut bakal naiknya anggaran Pilkada 2015, kata Yasman, dari sekarang mulai disusun pagu indikatif pilkada untuk meringankan beban pem­da. “Kalau sekalifus diang­garkan pada 2015, bakal mere­potkan keuangan daerah,” ujarnya. (zil)

padangekspres.co.id