Kpu Banten Berharap Pilkada Tangerang Tidak Diulang

Pilkada Ciamis, KPUD Tak Menggelar Hitung Cepat Suara

Pilkada Ciamis, KPUD Tak Menggelar Hitung Cepat Suara

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tidak melakukan perhitungan cepat hasil pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ciamis periode 2014-2019, Minggu (22/9/2013).

Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Kikim Tarkim mengatakan, hasil rapat bersama tim kampanye, KPU tidak akan melakukan perhitungan cepat perolehan suara sementara terhadap empat pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Ciamis.

“Hasil rapat dengan tim kampanye di KPU tidak dilakukan penghitungan cepat sementara,” kata Kikim.

Ia menuturkan, perhitungan surat suara dilakukan oleh petugas masing-masing di 3.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS), disaksikan secara umum dan saksi para pasangan calon. Selanjutnya, hasil penghitungan surat suara di tingkat TPS, kata Kikim, diserahkan dan dihitung kembali di masing-masing Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK).

“Sekarang penghitungan di masing-masing TPS dulu nanti rekapitulasi di KPU rencananya dilakukan tanggal 29 September,” katanya.

Sementara itu, empat pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Ciamis yang maju dalam Pilkada Ciamis yakni nomor urut 1 Iing Syam Arifin (Wakil Bupati Ciamis saat ini)-Jeje Wiradinata diusung Partai Golkar, PDI Perjuangan dan PPP.

Kemudian pasangan calon nomor urut 2 Bagus Arief Wiwaha-Akasah diusung Partai Demokrat. Pasangan nomor urut 3 Budi Kurnia-Mita Permatasari diusung PAN, PBB, PKB, PKS, Hanura dan Gerindra, selanjutnya pasangan nomor urut 4 Heddy Suhendra-Yedi dari jalur perseorangan.

Empat pasangan calon itu memperebutkan suara masyarakat dalam daftar pemilih tetap (DPT) 1.233.822 orang terdiri atas 611.023 laki-laki dan 622.799 perempuan tersebar di 358 desa/kelurahan di 36 kecamatan.

Informasi yang dihimpun, beberapa TPS sudah selesai melakukan penghitungan perolehan suara empat pasangan calon tersebut.

Salah satunya di TPS 3, Desa/Kecamatan Sindangkasih nomor urut 1 meraih 164 suara angka yang cukup jauh dibandingkan tiga pasangan calon lainnya.

Sedangkan nomor urut 2 meraih 17 suara, nomor urut 3 meraih 19 suara dan nomor urut 4 meraih tujuh suara dengan surat suara tidak sah sebanyak 13 suara dari 220 warga hak pilih di TPS 3 tersebut.

Selama pelaksanaan pencoblosan sementara belum dilaporkan adanya pihak yang mengganggu keamanan dan ketertiban hingga proses perhitungan suara di masing-masing TPS.

kompas.com

Hasil Hitung Sementara, Pasangan Kakak Beradik Kalah di Pilkada Ciamis

Hasil Hitung Sementara, Pasangan Kakak Beradik Kalah di Pilkada Ciamis

Hasil Hitung Sementara, Pasangan Kakak Beradik Kalah di Pilkada Ciamis

Kakak beradik pasangan calon bupati/wabup, Budi Kurnia-Mita Permatasari kalah dalam pertarungan Pilkada Ciamis, Jawa Barat. Dari hasil hitung suara sementara, pasangan ini hanya memperoleh 127.296 suara.

Hingga pukul 17.00 WIB, Minggu (22/9/2013), hasil hitung sementara menempatkan pasangan nomor urut satu, Iing Syam Arifin-Jeje Wiradinata memperoleh (59,51%) atau 425.600 suara.

Pasangan kedua Bagus Arief Wiwaha-Akasah memperoleh 19,44% atau 139.004 suara. Kemudian pasangan ketiga Budi Kurnia-Mita Permatasari memperoleh suara (17,80) atau 127.296 suara.

Sedangkan pasangan keempat Heddy Suhendar-Yedi (3,26%) atau 23.292 suara dari jumlah DPT 1.233.822 jiwa dan surat masuk 740.478.

Calon bupati Ciamis Iing, saat ditemui di kediamannya di perum Buana, yakin memenangi Pilkada. Dia mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah memberikan dorongan dan dukungan.

“Kami sangat percaya terhadap suara melalu Real Count ini, mesti belum ada penetapan dari KPU,” ujarnya.

detik.com

Hasil Hitung Sementara, Pasangan Kakak Beradik Kalah di Pilkada Ciamis

Akademisi pertanyakan hitung cepat Pilkada Lampung Utara

Akademisi pertanyakan hitung cepat Pilkada Lampung Utara

Sejumlah akademi Universitas Lampung (Unila) mempertanyakan hitung cepat (quick count) hasil pemilihan bupati Lampung Utara yang dilansir di media massa, dengan menyebutkan terkait Unila sebagai institusi pendidikan tinggi di Lampung.

Akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unila Dr Dedy Hermawan, di Bandarlampung, Jumat, menegaskan bahwa dia bersama sejumlah akademisi di kampus ini menyampaikan keberatan nama Unila dikaitkan dengan hasil hitung cepat yang diadakan salah satu lembaga survei, dengan hasil yang berbeda dibandingkan lembaga survei lain, dan memenangkan pasangan “incumbent” Zainal Abidin-Anshori Djausal.

“Banyak yang menelepon kami mempertanyakan independensi Unila sebagai lembaga pendidikan, karena lembaga survei yang mengaitkan namanya dengan Unila itu menyatakan prediksi kemenangkan pasangan `incumbent`, namun justru oleh lembaga survei Rakata Institute itu justru tidak menang,” kata dia lagi.

Selain itu, Dedi menyatakan semestinya Unila sama sekali tidak terlibat dalam urusan hasil pilkada Lampung Utara yang potensial terjadi perselisihan akibat keunggulan antara dua pasangan dengan suara terbanyak berada pada persentase yang sangat tipis.

Dedi bersama tiga akademisi Unila lainnya, yaitu Budiono dan Yusdianto dari Pusat Studi Kajian Konstitusi dan Perundangan Fakultas Hukum, Budiharjo dari Pusat Studi Kebijakan Publik, dan Robby Cahyadi dari Laboratorium Politik dan Otonomi Daerah Jurusan Ilmu Pemerintahan FISIP Unila.

Mereka bersama menegaskan bahwa sesuai dengan informasi yang diterima, lembaga survei yang memakai nama Unila dalam melakukan hitung cepat Pilkada Lampung Utara tersebut sama sekali bukan bentukan rektorat kampus tersebut.

Apalagi terdapat nama anggota tim sukses pasangan `incumbent` yaitu Imam Suhada, dalam rilis hasil hitung cepat lembaga survei itu yang dikirimkan kepada wartawan, sehingga dapat menimbulkan kesan Unila tidak independen dan memihak calon `incumbent` dalam pilkada di Lampung Utara.

“Unila seharusnya sama sekali tidak menjadi tim sukses pasangan incumbent, kami ingin hal ini menjadi jelas,” kata dia.

Hal itu menurut Dedi, penting untuk dipertegas mengingat calon wakil bupati dari pasangan `incumbent` (Zainal Abidin, sekarang Bupati Lampung Utara) yaitu Anshori Djausal adalah akademisi Universitas Lampung yang saat ini sedang dalam masa cuti.

Dia berharap, pihak Rektorat Unila sebagai petinggi kampus dapat bersikap proaktif dalam menanggapi penggunaan nama institusi PTN umum terbesar di Lampung itu pula.

“Kami harap Rektorat Unila bisa memanggil tim sukses pasangan `incumbent` itu dan meminta keterangan sekaligus menekan mereka agar segera merilis permintaan maaf,” kata dia pula.

Berdasarkan hasil hitung cepat Pilkada Lampung Utara yang dilakukan Rakata Institute, Kamis (19/9) kemarin, pasangan nomor urut 1 Agung Ilmu Mangkunegara-Paryadi (ABDI) diprediksi menang tipis dari pasangan `incumbent` Zainal Abidin-Anshori Djausal (ZA) dengan perolehan suara 46,00 persen untuk pasangan Abdi yang berbanding 39,63 persen (ZA).

Sementara versi hitung cepat internal ZA, pasangan `incumbent` ini justru diprediksi menang dengan meraih 47,04 persen suara mengalahkan pasangan ABDI yang meraih 41,00 persen suara.

Bukan Unila

Menanggapi masalah tersebut, pimpinan Lembaga Geopolitik (LeGAL) Lampung yang melakukan survei yang memprediksi kemenangan pasangan ZA mengklarifikasi terkait beberapa pemberitaan di media massa Lampung yang menyatakan bahwa quick count internal dari ZA Center dilakukan oleh pihak Universitas Lampung.

“Hal itu tidak benar, dan hal itu terjadi karena kesalahan interpretasi terhadap pernyataan tentang hasil quick count internal ZA Center pada saat dilakukan konferensi pers tanggal 19 Septermber 2013 di Sekretariat ZA Center,” ujar Ahmad Yulden Erwin SE, Direktur Eksekutif LeGAL Lampung.

Menurut dia, yang benar melaksanakan survei hitung cepat, selain Rakata Instite adalah LeGAL Lampung yang bekerjasama dengan salah satu akademisi dari Unila yaitu Warsono PhD, selaku ahli statistik, terkait metodologi penentuan sample quick count dalam Pilkada Lampung Utara tahun 2013.

“Maka, dengan press release ini kami hendak mengklarifikasi bahwa yang melakukan quick count internal dari ZA Center adalah LeGAL Lampung, bukan pihak Universitas Lampung,” ujar Erwin pula.

Dia juga menegaskan kembali bahwa hasil quick count pilkada Lampung Utara 2013 yang dilakukan LeGAL Lampung itu menunjukkan bahwa pasangan ZA Unggul.

Hasil quick count pilkada Lampung Utara tahun 2013 yang dilakukan oleh LeGAL Lampung, pada pukul 13.00 – 16.55 WIB, hari Kamis (19/9), pasangan calon bupati dan wakil bupati Lampung Utara ZA (Zainal Abidin-Anshori Djausal) meraih suara sebesar 47,04 persen.

Sedangkan pasangan ABDI (Agung Ilmu Mangkunegara & Paryadi) meraih suara 41,00 persen, pasangan Yudayono (Yusrizal-Yoyot Sukarno) meraih suara sebanyak 8,39 persen, pasangan Kedeso (Kesuma Dewangsa-Supeno) meraih suara 4,90 persen, serta suara tidak sah sebanyak 1,27 persen.

Pages: 1 2

Hasil Hitung Sementara, Pasangan Kakak Beradik Kalah di Pilkada Ciamis

Quick Count Pilkada Pontianak: Sutarmidji-Edi Rusdi Sementara Unggul 55,97%

Quick Count Pilkada Pontianak: Sutarmidji-Edi Rusdi Sementara Unggul 55,97%

Hasil penghitungan cepat  (quick count)yang dilakukan oleh tim pemenangan Sutarmidji – Edi Rusdi Kamtono mencatat pasangan itu unggul sementara dengan perolehan suara sebesar 55,97%.

Sutarmidji – Edi Rusdi Kamtono unggul 55,97%, disusul nomor urut lima Firman Muntaco Erick S Martio sebesar 17,44%, nomor urut empat Paryadi – Sebastian sebesar 17,27%, nomor urut satu Gusti Hersan Aslirosa 3,49%, nomor urut enam Zulkarnaen Siregar 2,36%, dan terakhir nomor urut dua Iwan Gunawan – Andreas Acui Simanjaya 2,05%.

Dengan perkiraan suara masuk 43,25% atau sebanyak 89.333 pemilih.

Sebelumnya, pasangan calon Wali Kota Pontianak nomor urut tiga Sutarmidji menargetkan perolehan suara sebesar 40% pada Pilkada Kota Pontianak.

“Kami menargetkan perolehan suara sebesar 40% pada Pilkada Kota Pontianak sehingga bisa menang cukup satu putaran saja,” katanya.

Sutarmidji menjelaskan, untuk di Kecamatan Pontianak Barat, dia menargetkan bisa meraih suara di atas 40%.

“Saya dan calon wakil wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, tetap optimistis satu putaran, meskipun semua calon tetap juga optimistis menang,” ungkapnya.

KPU Kota Pontianak, mencatat jumlah pemilihan wali kota dan wakil wali Kota Pontianak 19 September 2013, sebanyak 414.918 pemilih, terdiri dari 206.788 pemilih laki-laki, dan 208.130 pemilih perempuan.

Sementara itu, jumlah TPS sebanyak 1.178 TPS yang tersebar di enam kecamatan.

Peserta Pilkada Kota Pontianak ada enam pasangan calon, yakni nomor urut satu, pasangan calon Gusti Hersan Aslirosa-Syarif Ismail, Iwan Gunawan-Andreas Acui Simanjaya (2), Sutarmidji-Edi Rusdi Kamtono (3), Paryadi-Sebastian (4), Firman Muntaco-Erick S Martio (5), dan nomor urut enam Zulkarnaen Siregar-Paryono. (Antara)

bisnis.com

quick-count-sinjai

quick-count-sinjai

quick-count-sinjai

Pilkada Sinjai tanggal 17 April 2013, Hasil Quick Count Pilkada Sinjai oleh CRC yang disiarkan langsung Celebes TV. Sabirin Yahya – Fajar Yanwar unggul.

Untuk sementara pasangan Sabirin Yahya – Fajar Yanwar unggul 32,5 persen. Disusul pasangan A Seto Gadhista Asapa – A Muhtar Mappatoba 27,74 persen.

Di urutan ketiga diraih Andi Mahyanto Massarappi – Andi Massalinri Latief 19,9 persen.

Hasil tiga besar di atas dengan suara masuk 48 persen. Hasil akhir quick count Celebes Research Center (CRC) akan diumumkan pada pukul 17.00 Wita.

sumber :  beritabulukumba.com

nantikan update lagi Hasil Quick Count Pilkada Sinjai di infopemilu.com

quick-count-ntt

quick-count-ntt

quick-count-ntt

Inilah hasil quick count Pilkada – Propinsi NTT (Nusa Tenggara Timur), tanggal 18 Maret 2013.

Nomor Urut Pasangan Calon Gubernur Wakil Gubernur

1. Esthon Foenay- Paul Tallo

2. Ibrahim Agustinus Medah – Melkiades Laka Lena.

3. Christianus Rotok- Paul Liyanto,

4. Frans Lebu Raya-Beni Litelnoni

5. Beny Kabur Harman-Wilem Nope. (more…)