Hasil Hitung Sementara, Pasangan Kakak Beradik Kalah di Pilkada Ciamis

Quick Count Pilkada Pontianak: Sutarmidji-Edi Rusdi Sementara Unggul 55,97%

Quick Count Pilkada Pontianak: Sutarmidji-Edi Rusdi Sementara Unggul 55,97%

Hasil penghitungan cepat  (quick count)yang dilakukan oleh tim pemenangan Sutarmidji – Edi Rusdi Kamtono mencatat pasangan itu unggul sementara dengan perolehan suara sebesar 55,97%.

Sutarmidji – Edi Rusdi Kamtono unggul 55,97%, disusul nomor urut lima Firman Muntaco Erick S Martio sebesar 17,44%, nomor urut empat Paryadi – Sebastian sebesar 17,27%, nomor urut satu Gusti Hersan Aslirosa 3,49%, nomor urut enam Zulkarnaen Siregar 2,36%, dan terakhir nomor urut dua Iwan Gunawan – Andreas Acui Simanjaya 2,05%.

Dengan perkiraan suara masuk 43,25% atau sebanyak 89.333 pemilih.

Sebelumnya, pasangan calon Wali Kota Pontianak nomor urut tiga Sutarmidji menargetkan perolehan suara sebesar 40% pada Pilkada Kota Pontianak.

“Kami menargetkan perolehan suara sebesar 40% pada Pilkada Kota Pontianak sehingga bisa menang cukup satu putaran saja,” katanya.

Sutarmidji menjelaskan, untuk di Kecamatan Pontianak Barat, dia menargetkan bisa meraih suara di atas 40%.

“Saya dan calon wakil wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, tetap optimistis satu putaran, meskipun semua calon tetap juga optimistis menang,” ungkapnya.

KPU Kota Pontianak, mencatat jumlah pemilihan wali kota dan wakil wali Kota Pontianak 19 September 2013, sebanyak 414.918 pemilih, terdiri dari 206.788 pemilih laki-laki, dan 208.130 pemilih perempuan.

Sementara itu, jumlah TPS sebanyak 1.178 TPS yang tersebar di enam kecamatan.

Peserta Pilkada Kota Pontianak ada enam pasangan calon, yakni nomor urut satu, pasangan calon Gusti Hersan Aslirosa-Syarif Ismail, Iwan Gunawan-Andreas Acui Simanjaya (2), Sutarmidji-Edi Rusdi Kamtono (3), Paryadi-Sebastian (4), Firman Muntaco-Erick S Martio (5), dan nomor urut enam Zulkarnaen Siregar-Paryono. (Antara)

bisnis.com

Bupati Pontianak: PNS Harus Netral

Bupati Pontianak: PNS Harus Netral

INILAH.COM, Mempawah – Bupati Pontianak, Drs H Ria Norsan MM MH, tak henti-hentinya mengingatkan para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pontianak, untuk senantiasa menjaga netralitas terkait pemilihan kepala daerah Kabupaten Pontianak, 19 September mendatang.

Bupati Ria Norsan mengatakan, PNS tidak diperkenankan terlibat langsung dalam kegiatan kampanye maupun kegiatan lain yang bertentangan dengan aturan yang mengatur pegawai negeri sipil.

“Untuk PNS saya ingatkan saudara-saudara untuk tetap menjaga netralitas. Tidak diperbolehkan seorang pegawai terlibat langsung kegiatan kampanye maupun kegiatan lain yang bertentangan dengan aturan dan ketentuan yang mengatur saudara-saudara selaku PNS,” kata bupati, Senin (12/8).

Meski dilarang berpolitik praktis, Bupati Ria Norsan menambahkan, sebagai warga negara Indonesia, PNS tetap memiliki hak untuk hadir sebagai peserta pada saat kampanye dalam rangka mendengarkan atau menyimak visi dan misi serta program yang ditawarkan masing-masing kandidat.

“Yang tidak boleh itu, mempergunakan atribut yang melekat pada diri PNS maupun atribut partai politik atau atribut yang mendukung salah satu calon kepala daerah dan wakil kepala daerah sebagai diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil,” ucapnya.

inilah.com

Surat Suara Pemilu Dirancang Mirip Uang

Tahapan Pilwako Berikutnya Kampanye

Tahapan Pilwako Berikutnya Kampanye

PONTIANAK – Ketua KPU Kota Pontianak, Joni Rudwin mengatakan, tahapan setelah penetapan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Pontianak adalah kampanye yang berlangsung 2-15 September mendatang.

KPU Kota Pontianak sudah mendapatkan lokasi kampanye di 6 kecamatan yang mayoritas di gedung pertemuan terbatas yaitu di gedung unit daerah kerja pembangunan (UDKP) tingkat kecamatan.

“Untuk rapat umum dan pertemuan pembukanya di lapangan olahraga yang ada di 6 kecamatan, kecuali Pontianak Tenggara,” ujar Joni usai memimpin rapat pleno penentuan nomor urut pasangan Wali Kota danWakil Wali Kota Pontianak, Sabtu (3/8/2013).

Sementara untuk hari pertama kampanye pada tanggal 2 Sepetember ini dilakukan dengan penyampaian visi dan misi di rapat paripurna DPRD Kota Pontianak

tribunnews.com

Pengambilan nomor urut pasangan calon Wali Kota Tangerang Rusuh

Pengambilan nomor urut pasangan calon Wali Kota Tangerang Rusuh

Pengambilan nomor urut pasangan calon Wali Kota Tangerang Rusuh

Rapat pleno KPU Kota Tangerang dengan agenda pengambilan nomor urut para calon yang lolos verifikasi berlangsung ricuh. Kericuhan terjadi, lantaran ribuan pendukung pasangan yang tak lolos, menyerang kantor KPU Kota Tangerang, yang berlokasi di Jalan Nyimas Melati.

Tampak di lokasi, ketika rapat yang dipimpim Ketua KPU Kota Tangerang Syafril Elain berjalan. Lemparan batu bertubi-tubi ke arah ruang rapat yang berada di lantai tiga tersebut sempat membuat rapat pleno tersendat. Syafril kemudian tetap melanjutkan prosesi tersebut, meskipun kaca jendela di ruang tersebut pecah.

Syafril tak bisa berbuat apa-apalagi setelah massa terus melempari gedung KPU dengan batu. Hingga pada acara pembacaan doa, KPU pun tak dapat menyelesaikannya hingga akhir.

Adapun massa yang mengamuk saat itu adalah massa pendukung pasangan Arief R Wismansyah , incumbent atau wakil wali kota Tangerang yang berpasangan dengan Sachrudin, camat Pinang. Para pendukung pasangan ini memang sempat dicegah masuk ke depan gedung KPU oleh petugas polisi guna mencegah bentroknya dua kubu pasangan yang berbeda yakni dengan pendukung pasangan Abdul Syukur, adik wali kota Tangerang yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Tangerang yang berpasangan dengan Hilmi Fuad, Ketua DPD PKS Kota Tangerang.

Tetapi massa Arief-Sachrudin justru memutar dan menyerang gedung KPU melalui pintu belakang. Pendukung pasangan yang diusung Partai Demokrat, Gerindra dan PKB itu memang terkejut dengan dinyatakan tidak lolos persyaratan oleh KPU Kota Tangerang, meskipun pasangan itu telah ikut menjalani tes kesehatan.

Namun, faktanya KPU Kota Tangerang justru menyatakan, tak lolosnya pasangan itu lantaran, Sachrudin tak mendapat izin mundur dari jabatan sebagai camat oleh atasannya, dalam hal ini Wali Kota Tangerang Wahidin Halim.

Ketua KPU Kota Tangerang Syafril Elain usai menyatakan, Arief-Sachrudin tak lolos langsung didemo pada Kamis (25/07) hingga larut malam . Para pendukung pasangan Arief-Sachrudin baru pulang, setelah Syafril menjamin dengan mengeluarkan surat yang ditandatangani serta bermaterai bahwa dirinya akan meninjau ulang rapat pleno. Namun, rupanya hal tersebut menurut Syafril diambil, karena dirinya dalam keadaan tertekan.

“Saya akan cabut surat itu, sekarang lisan dulu. Nanti baru tulisan. Itu terjadi karena saya dalam tekanan,” ujar Syafril.

Sementara tiga calon yang telah mengambil nomor urut tersebut dievakuasi keluar gedung dengan pengawalan ketat petugas kepolisian. Dasep Ketua Tim Kampanye Arief-Sachrudin mengatakan, KPU Kota Tangerang telah melanggar UUD 1945 tentang hak berdemokrasi.

“Ini ada keanehan, kami akan membawa kasus ini ke DKPP dan kami akan PTUN-kan,” terangnya.

Adapun ketiga pasangan calon yang mengambil nomor urut, masing-masing berdasarkan nomor urut adalah, pasangan Harry Mulya Zein, Sekda Kota Tangerang berpasangan dengan Iskandar Zulkarnain, Ketua PPP Kota Tangerang mendapat nomor urut 1. Sedangkan pasangan Abdul Syukur Hilmi Fuad mendapat nomor urut 2. Nomor urut 3 diperoleh pasangan Dedy S Gumelar alias Miing-Suratno Ketua DPD Pan Kota Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang, Kombes Pol Riad mengatakan, pihaknya telah berjaga-jaga dengan mempersiapkan 1.185 personel dalam pengamanan Pilkada Kota Tangerang. “Tetapi itu (personel) kita turunkan dengan terbagi beberapa titik, seperti TPS dan yang lainnya,” terangnya.

Sedangkan pada pengambilan nomor urut tersebut, menurut Riad pihaknya telah menurunkan sekitar 300 personel untuk mengamankan jalannya pengambilan nomor urut. “Khusus acara hari ini, kami persiapkan 300 personel,” terangnya.

PDIP Apresiasi Tingkat Partisipasi Pemilih Pilkada

PDIP Siap Menangkan Sutarmidji-Edi 1 Putaran

PDIP Siap Menangkan Sutarmidji-Edi 1 Putaran

Pontianak (Antara Kalbar) – PDIP Kota Pontianak menyatakan mesin politik partai itu mulai panas dan siap memenangkan pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Sutarmidji – Edi Rusdi Kamtono dalam satu putaran pemilihan kepala daerah Pontianak.

“Saat ini mesin politik PDIP sudah berjalan dan sudah panas dalam memenangkan bakal pasangan Sutarmidji – Edi Rusdi Kamtono pada Pilwako Pontianak 19 September nanti,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang PDIP Kota Pontianak Satarudin di Pontianak, Selasa.

Ia menjelaskan, tiap kelurahan saat ini sudah ada posko PDIP untuk pemenangan bakal pasangan Sutarmidji – Edi Rusdi Kamtono, yang tersebar di 29 kelurahan.

“Kami berharap Pilwako Pontianak hanya satu putaran, meskipun ada enam bakal pasangan calon, yakni dua dari perseorangan dan empat dari partai politik,” ujarnya.

Enam bakal pasangan calon tersebut, yakni dua dari jalur perseorangan, yakni Iwan Gunawan-Andreas Acui Simanjaya, Zulkarnaen Siregar-Paryono, dari partai politik Sutarmidji (incumbent)-Edi Rusdi Kamtono, dan Firman Muntaco – Erick S Martio, Paryadi (incumbent) – Sebastian, dan terakhir Gusti Hersan Aslirosa – Syarif Ismail.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris DPC PDIP Kota Pontianak menyatakan, alasan PDIP mengusung Sutarmidji – Edi Rusdi Kamtono, karena kiprah kedua orang itu sangat besar dalam pembangunan di Kota Pontianak, seperti dalam lima tahun terakhir Sutarmidji (pejabat kini) sangat gencar dalam peningkatan dan pengembangan jalan menggunakan pondasi beton, yang didukung oleh kinerja Kepala Dinas PU Kota Pontianak sewaktu itu, Edi Rusdi Kamtono.

“Salah satu keberhasilan pembangunan yang sudah diraih itu, yang membuat kami (PDIP) tidak ragu untuk mendukung bakal pasangan Sutarmidji – Edi Rusdi Kamtono,” ujarnya.

Apalagi, PDIP Kota Pontianak juga tidak punya figur yang lebih baik untuk diusung pada Pilwako, sehingga memutuskan berkoalisi dengan PPP untuk mengusung pasangan tersebut.

“Tidak hanya itu, keberhasilan Sutarmidji di bidang pendidikan juga cukup baik, selain itu di bidang pelayanan air bersih dengan telah dibangunnya booster atau tempat penampungan air guna memperlancar distribusi air ke masyarakat, serta di bidang pemberantasan korupsi,” ungkap Satarudin.

Menurut Satarudin, diera kepemimpinan Sutarmidji juga tidak mengenal “anak tiri” dalam pembangunan sehingga pembangunan dibagi merata sesuai dengan kebutuhan masing-masing, contohnya pada masa beliau juga telah membangun dua rumah sakit, satu di Kecamatan Pontianak Barat, dan satunya lagi di Pontianak Utara, begitu juga di bidang pendidikan.

“Untuk bidang jalan juga rata-rata sudah dilebarkan dan ditingkatkan menggunakan pondasi beton meskipun masih banyak yang belum selesai, untuk itulah dibutuhkan kepemimpinan beliau lima tahun ke depannya untuk menuntaskan yang belum selesai itu,” katanya.

Di masa kepemimpinan beliau PAD juga meningkat beberapa kali lipat dari sebelumnya puluhan miliar kini sudah mencapai Rp300 miliar lebih sehingga bisa membangun dengan cepat ditambah lagi tingkat kebocoran APBD dengan komitmen anti korupsi yang sangat kuat dari beliau.

Bakal pasangan calon Sutarmidji – Edi Rusdi Kamtono diusung lima parpol, yakni PPP, PDIP, PAN, PKS, Partai Karya Peduli Bangsa dengan 18 kursi di DPRD Kota Pontianak.

Sementara, 11 parpol pendukung, yakni yakni Gerindra, Nahdlatul Ummah Indonesia, Partai Pelopor, Republikan, PMB, Partai Demokrasi Kebangsaan, Partai Merdeka, PPPI, PIS, PPI, dan Partai Kasih Demokrasi Indonesia, tidak memiliki kursi di DPRD Kota Pontianak.

Antarakalbar.com

Apel bersama

tentara-indonesia

 

 

 

Pontianak – sejumlah 140 anggota sabhara polda kalimantan barat lakukan latihan rutin pengamanan ( pam ) menyambut pemilihan kepala daerah ( pilkada ) kabupaten kubu raya, pilwako pontianak dan pemilu 2014 mendatang. latihan dikerjakan di stadion sultan syarif abdurahman, kecamatan pontianak selatan, kamis ( 30/5 ) pagi.

“latihan ini kita adakan, supaya seluruh bagian sabhara polda kalimantan barat siap menyongsong pilkada kubu raya serta pilwako pontianak yang berjalan serentak pada tahun ini. lantas juga menyiapkan bagian dalam pengamanan pemilu tahun 2014 mendatang, ” ungkap akbp budi pr, wadir sabhara polda kalimantan barat.

Menurut Budi, latihan yang dilakukan, kedepannya akan menjadi kegiatan rutin. Diharapkan dapat membuat seluruh anggota Sabhara siap dalam keadaan apapun saat dibutuhkan untuk melakukan pengamanan di Kota Pontianak maupun Kubu Raya.

“Ini akan menjadi kegiatan rutin kita, pelatihan ini dilakukan guna anggota selalu siap dalam keadaan apapun. Salah satunya menyiapkan diri menyambut Pilkada adan Pilwako serta Pemilu tahun 2014,” jelasnya.

Pelatihan yang dilakukan anggotanya tersebut, melakukan simulasi terkait pengamanan, dengan cara membentuk sejumlah formasi pengamanan yang sudah diterapkan dalam Protap saat menjalankan tugas. Sehingga kedepannya formasi-formasi untuk melakukan pengamanan dapat dilakukan dengan cepat.

“Latihan ini berupa bentuk formasi-formasi Sabhara saat melakukan pengamanan. Baik itu dengan langkah preventif dan persuasif, jika ada bertindak anarkis, maka langkah yang diambil adalah tindakan tegas,” jelas Budi.

Saat latihan, alat operasional yang digunakan, masih sekedar Mobil Dalmas, puluhan kendaraan roda dua dan menggunakan satwa, yakni berupa dua ekor anjing pelacak

 

 

 

Sebanyak  140 Anggota Sabhara Latihan PAM Pilkada Dan Pemilu

Sumber: equator-news.com