Daftar Caleg DPR RI Dapil DKI Jakarta II

Pemilu 2014: Surat Suara Diduga Palsu Beredar Di Jember

Pemilu 2014: Surat Suara Diduga Palsu Beredar Di Jember

Surat suara untuk Pemilu Legislatif 2014 mulai beredar di kalangan calon legislator dan partai politik Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Memang benar ada surat suara yang sudah beredar, bahkan beberapa calon legislator diajak untuk iuran mencetak surat suara Pemilu Legislatif 2014 itu,” kata salah seorang calon legislator dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hafit.

Menurut dia, beredarnya surat suara yang diduga palsu itu dapat merugikan para calon legislator karena meresahkan masyarakat dan membingungkan konstituen jelang Pemilu Legislatif yang digelar April 2014 itu.

“Surat suara itu bahkan sudah beredar di sejumlah desa, padahal pihak penyelenggara pemilu belum melakukan sosialisasi contoh surat suara itu dan bentuknya berbeda dengan surat suara Pemilu Legislatif sebelumnya,” tuturnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jember, Ketty Tri Setyorini, mengatakan pihaknya banyak mendapat pertanyaan dari calon legislator dan parpol terkait dengan beredarnya surat suara Pemilu Legislatif 2014 dalam sepekan terakhir ini.

Surat suara yang beredar tersebut, lanjut dia, berbeda dengan surat suara Pemilu Legislatif 2004 dan Pemilu Legislatif 2009 karena bentuknya vertikal dengan nama parpol berurutan dari atas ke bawah, sedangkan nama calon legislator tertulis horisontal sesuai nomor urut.

“Perubahan surat suara tersebut sangat janggal dan diduga yang beredar tersebut adalah contoh surat suara palsu, sehingga kami imbau calon legislator dan parpol tidak terpengaruh dengan hal itu,” tuturnya.

Dia mengemukakan pihaknya belum menerima pemberitahuan secara resmi terkait dengan contoh dan format surat suara Pemilu Legislatif 2014 dari KPU pusat.

“Saat ini masih dalam tahap verifikasi nama dan gelar calon legislator yang sudah ditetapkan dalam daftar calon legislator tetap (DCT) hingga akhir Desember 2013,” paparnya.

KPU Jember menetapkan sebanyak 575 calon anggota legislator yang akan memperebutkan 50 kursi DPRD setempat dari 12 partai politik peserta Pemilu 2014.(antara/yus)

tribunnews.com

 

Logistik Putaran Kedua Mulai Disalurkan 12 November

Upah Melipat Surat Suara Pilkada Rp 100 per Lembar

Upah Melipat Surat Suara Pilkada Rp 100 per Lembar

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru mempekerjakan 60 warga untuk membantu melipat surat suara Pilkada Gubernur Riau 2013 dengan upah Rp 100 per surat suara.

Di Pekanbaru, puluhan warga mengerjakan pelipatan suara di aula lantai dasar gedung KPU Pekanbaru di Jalan Arifin Achmad. Sebagian besar pekerja adalah kaum perempuan yang datang dari berbagai daerah di Pekanbaru.

Selain itu, terdapat juga beberapa mahasiswa yang memilih mengisi liburan semester dengan mencari uang tambahan dari pelipatan surat suara Pilkada.

“Karena sekarang libur kuliah, saya coba cari tambahan uang dari lipat surat suara,” kata Ferdinan, mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR), Selasa (20/8).

Ferdinan bersama dua orang temannya sudah lima hari terakhir bekerja melipat surat suara. Ia mengatakan, rata-rata bisa mengerjakan 1.000 lembar dalam sehari.

“Satu hari saya bisa melipat sekitar 1.000, berarti dapat Rp100 ribu kan lumayan,” ujar Ferdinan.

Seorang pekerja lainnya adalah Meri, ibu rumah tangga yang tinggal di daerah Kecamatan Rumbai, Pekanbaru. Ia mengatakan setiap hari bekerja dari pukul 08.00 pagi hingga 17.00 WIB.

Meri mengatakan, awalnya cukup kesulitan melipat kertas suara tersebut, namun kini satu lembar surat bisa dilipatnya dengan kecepatan sekitar 10 detik.

“Awalnya saya kesulitan, akibatnya hanya dapat sekitar 850 lembar. Tapi sekarang sudah mahir, jadi dalam sehari bisa dapat lebih dari 1.000 lembar,” ujarnya.

Meri mengatakan selama pelipatan juga ada ditemukan surat suara yang rusak karena salah cetak dan salah potong sehingga salah satu foto calon gubernur hilang.

Sebelumnya, Ketua KPU Provinsi Riau Tengku Edi Sably mengatakan pelipatan surat suara dilaksanakan sejak tanggal 13 Agustus lalu. Sedangkan, pendistribusian ke tempat pemungutan suara (TPS) akan dilakukan pada tanggal 24 Agustus secara serentak di 12 kabupaten/kota.

Jumlah surat suara adalah sebanyak jumlah pemilih berdasarkan daftar pemilih tetap (DPT) yakni 4.000.459. Selain itu, ada juga surat suara cadangan sebesar 2,5 persen dari DPT.

loveindonesia.com

 

Pilkada Lewat DPRD Rawan Digugat

25 Agustus, Surat Suara Pilkada Subang Rampung Dicetak

25 Agustus, Surat Suara Pilkada Subang Rampung Dicetak

SUBANG- Sebanyak 1,1 juta lembar surat suara untuk Pilkada Subang 8 September 2013 mendatang bakal segera dicetak oleh pemenang tender PT Pura Barutama. “Cetak surat suara mulai dilakukan besok di Kudus Jawa Tengah,” kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Subang, Ahmad Mudofir.

Dia menjelaskan sesuai dokumen kontrak antara KPU dengan pemenang tender (PT Pura Barutama), pelaksanaan cetak surat suara berlangsung selama 9 hari, mulai 19 hingga 27 Agustus 2013. Namun pihaknya meminta perusahaan untuk mempercepat merampungkan proses cetak maksimal hingga 25 Agustus mendatang.

“Kami minta di tanggal 25 Agustus itu, seluruh surat suara sudah sampai ke Subang, supaya kami punya waktu untuk lakukan penyortiran, sehingga pada 27 Agustus-nya kami bisa langsung distribusikan surat suara ke seluruh kecamatan,” bebernya.

Dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada ditetapkan sebanyak 1.149.929 jiwa, pihaknya harus mencetak surat suara sekitar 1.178.677 lembar. Untuk keperluan ini, KPU menghabiskan biaya Rp700 juta. “Surat suara dicetak sesuai dengan jumlah DPT ditambah 2,5 persen, yakni sebanyak 1.178.677 lembar,” ucapnya.

Surat suara itu, pascapenyortiran, nantinya didistribusikan kepada 30 PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan), untuk selanjutnya disebar ke 2.725 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang berada di 253 desa/kelurahan se-Kabupaten Subang. “Untuk efisiensi anggaran, distribusi akan menggunakan kotak suara bekas Pilkada 2008, karena kondisinya masih layak pakai,” pungkasnya. [zaenal mutaqien]

tintahijau.com