Cawalkot Kediri Temukan Kejanggalan, Tuntut Pilkada Diundur

Cawalkot Kediri Temukan Kejanggalan, Tuntut Pilkada Diundur

Cawalkot Kediri Temukan Kejanggalan, Tuntut Pilkada Diundur

Tim pemenangan pasangan calon wali kota Kediri Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibbah, menemukan sejumlah kejanggalan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sehingga menuntut penundaan Pilkada.

Tim pemenangan itu mendatangi kantor Panwaslu setempat di Jalan Brigjen Pol Imam Bachri untuk melaporkan hasil temuan mereka di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kediri Kota dan Kecamatan Pesantren, itu.

Mereka meminta penyelenggara pilkada segera memperbaikinya karena dapat menyebabkan penggelembungan suara maupun kecurangan pilkada. Jika tidak ada perbaikan, mereka akan membawa masalah ini ke ranah hukum, bahkan akan menuntut penundaan pilkada.

“Tujuannya untuk menciptakan pemilu yang jujur bersih dan berkeadilan. Maka adanya temuan ini harus diluruskan dan dibenarkan,” kata Muhammad Ibrahim, Ketua Tim Pemenangan pasangan Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibbah pada para wartawan, Senin (19/8/2013).

Tim pemenangan itu mengklaim menemukan bermacam permasalahan pada DPT yang diterbitkan. Mulai dari nomor dan nama pemilih sama di kecamatan yang berbeda, nomor dan pemilih ganda di TPS yang sama, serta beberapa kejanggalan lainnya.

Selain pada dua kecamatan itu, tim pemenangan menduga masih akan ada temuan di kecamatan lainnya. Saat ini tim itu masih melakukan pendataan lanjutan di Kecamatan Mojoroto.

Pihak Panwaslu yang diwakili oleh Mansur, menyambut baik laporan itu dan berjanji segera menindaklanjutinya dalam bentuk rekomendasi ke KPU untuk mengubahnya. Menurut dia, saat ini perubahan DPT masih memungkinkan karena DPT Kota Kediri belum pernah diubah dan waktu Pilkada masih lama.

“DPT yang bermasalah berpotensi menimbulkan konflik Pilkada. Segera kami plenokan,” kata Mansur, seorang anggota Panwaslu.

Pemilihan Wali Kota Kediri akan berlangsung pada 29 Agustus 2013 nanti atau bersamaan dengan pemilihan Gubernur Jatim.

Ada tujuh pasangan yang akan merebutkan jabatan tertinggi di Balai Kota Kediri itu. Mereka adalah Arifudinsyah-Sudjatmiko, Bambang Hariyanto-Hartono, Imam Subawi-Suparlan, Samsul Azhar-Sunardi, Kasiadi-Budi Rahardjo, Abdullah Abu Bakar-Lilik Muhibbah, Herry Muller-Ali Imron.

kompas.com