Pilkada Lewat DPRD Rawan Digugat

3 Pasangan Desak Pilkada Taput Ditunda

3 Pasangan Desak Pilkada Taput Ditunda

Pelaksaan Pilkada Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) yang akan dilaksanakan pada 10 Oktober 2013, didesak untuk ditunda sementara waktu. Ini bertujuan untuk memberitahukan kepada seluruh masyarakat Taput, jika pilkada di daerah itu telah cacat hukum.

Desakan ini disampaikan tiga pasangan calon Cabup – Cawabup, yakni Ratna Ester Lumbantobing SH MH- Refer Harianja SH (Rel – Raja), Bangkit Parulian Silaban SE MSi- David PPH Hutabarat ST (Badia), dan Banjir Simanjunta k- Drs Maruhum Situmeang BSc (Banjirma). Ketiga pasangan itu mengaku prihatin terhadap proses Pilkada Taput melilihi buptai dan wabup tahun 2014-2019. Pasalnya, sudah curat marut dan tidak sesuai lagi dengan landasan hukum yang berlaku di indonesia.

Ketiga pasangan itu juga menyatakan keprihatinan, secara tertulis kepada DPRD Taput. Secara kasat mata dan terang benderang telah melanggar Undang-Undang Pemilu dan Peraturan KPU yang mengakibatkan cacat hukum. Hal itu akibat logis dari proses cacat hukum ,maka produk yang dihasilkan otomatis menjadi cacat hukum.

“Kami minta agar kiranya proses pelaksanaan Pilkada Taput unuuk sementara agar dihaentikan. Namun jika proses tahapan pilkada imasih terus dilangsungkan, maka masyaraka t akan bisa sengsara . Dimana anggaran untuk membiayai pilkada akan tersedot dari APBD Kabupaten Taput,” sebut ketiganya.

Para calon ini juga menuturkan merasa terpanggil sebagai stakeholder dalam pilkada Taput, menyampaikan proses yang cacat ini kepada anggota DPRD Tapur. Pasalnya, nasib dan kehidupan masyarakat Taput kedepan menjadi tidak jelas, karena akan menanggung kerugian material maupun non material, seperti biaya pilkada dari APBD.

Ketiga pasangan itu juga menghimbau, DPRD Taput berperan aktif dan segera menghentikan proses pilkada yang sedang berlangsung, hingga cacat hukum dimaksud diperbaiki sebagaimana mestinya. Mereka juga meminta, agar DPRD Taput mendorong Panwaslu setempat dan Provsu, Bawaslu, serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu ( DKPP) melakukan koreksi atas pelanggaran pilkada tersebut.

Sebelumnya, pada 25 Juli 2013, KPUD Taput menetapkan enam pasangan yang didukung partai politik (parpol) dan satu independn (perseorangan) sebagai peserta pilkada yakni, masing – masing Sanggam Hutagalung – Sahat MT Sinaga (Sahata), Ratna Ester Lumbantobing – Refer Harianja (REL-RAJA),Bangkit Parulian Silaban-David PPH Hutabarat (Badia), Saur Lumbantobing-Manerep Manalu (Saurma), Nikson Nababan – Mauliuate Simorangkir (Nikmat) dan Banjir Simanjuntak – Maruhum Situmeang (Banjirma). Sedangkan pasangan perseorangan adalah Margan RP Sibarani – Sutan M Nababan,

Sementara itu, surat keputusan DKPP nomor No:92/DKPP-PKE-II/2013 tertanggal 16 September 2013, mengabulkan hak pengadu St Pinondang Simanjuntak dan Ampuan Situmeang SS (Tapian) ditetapkan menjadi pesertab parpiol menggunakan jalur partai.

Dalam rapat pleno terbuka KPUD Provinsu Sumut, sebagai tindak lanjut keputusan DKPP, tanggal 20 September 2013 di Hotel Gtrand Sakura Jalana Prof HM Yamin no 41 Medan, menetapkan pasangan Tapia sebagai peserta Pilkada Taput. Sesuai rapat pleno KPUD akhirnya menjadi delapan peserta pilkada.

simantab.com