Rudy-Helmi Menang Tipis di Pilkada Garut

Rudy-Helmi Menang Tipis di Pilkada Garut

Pasangan nomor urut 8, Rudi Gunawan-Helmi Budiman, ditetapkan sebagai calon terpilih bupati dan wakil bupati Garut periode 2014-2019.

Pasangan yang diusung koalisi PKS, PBB, dan Gerindra ini menang tipis atas pasangan nomor urut 5 Agus Hamdani-Abdusy Syakur yang diusung PPP dan PKB.

Berdasarkan hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi penghitungan suara, Selasa (26/11/2013), kubu Rudi meraup 524.164 suara atau 50,31 persen dari total suara sah 524.164 suara. Sementara pasangan nomor urut 5 meraih 517.769 suara atau 49,69 persen.

Partisipasi pemilih 60,88 persen dari jumlah pemilih yang tercatat dalam DPT, yakni 1.760.130 pemilih.

Yang menarik, dari perhelatan demokrasi di Kabupaten Garut ini adalah calon nomor urut 5 tidak hadir sejak awal acara. Saksi mereka menyatakan walkout sebelum berita acara rekapitulasi dibacakan KPU serta penetapan calon terpilih dilakukan.

kompas.com

Rekap Hasil Pilkada, Obyek Vital Garut Dijaga Polisi dan TNI

Rekap Hasil Pilkada, Obyek Vital Garut Dijaga Polisi dan TNI

Rekap Hasil Pilkada, Obyek Vital Garut Dijaga Polisi dan TNI

Ribuan petugas polisi dan tentara dikerahkan menjaga obyek vital di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menjelang rapat pleno rekapitulasi suara putaran kedua pemilu kepala daerah Garut. Polri dan TNI tak mau kecolongan.

“Penempatan personel ada di 12 titik rawan, terutama di gedung pleno di Intan Balerea. Kemudian di KPU, panwaslu, pemda, di beberapa obyek vital Garut. Termasuk perbankan dan masing-masing rumah pasangan calon,” kata Kapolres Garut AKP Arief Rahman, Minggu (24/11/2013) petang.

Rencananya, kata Arief, geladi bersih rapat pleno akan digelar Senin (25/11/2013) pagi. Rapat pleno akan digelar di Gedung Intan Balerea di Jalan Patriot, Garut. “Kami akan bentuk pengamanan zero area di sekitar tempat pleno, yang bisa masuk hanya undangan,” ujar dia.

Sementara itu, Komandan Kodim 0611 Garut, Letkol Inf B Hadisuseno, mengatakan, sekitar 200 aparat TNI akan turut mengamankan sejumlah obyek vital di Garut. Mereka ditempatkan di kantor KPU, rumah para calon, dan kantor partai pendukung.

“Hari ini apel di Kodim, kalau kurang akan minta bantuan 301 PKS (Batalyon 301 Prabu Kian Santang). Kami masih lihat situasi dan dinamika,” kata Hadisuseno ketika dihubungi melalui telepon, Minggu (24/11/2013) malam.

Sebagai langkah antisipasi, papar Hadisuseno, komunikasi pun dipergencar ke sejumlah lembaga swadaya masyarakat, partai politik, dan kubu kedua pasangan calon. “Secara individu saya sudah melakukan komunikasi dengan LSM dan partai, dan ini akan dilakukan sampai hari H. Tujuannya ingin tahu apa rencana mereka dan memberikan masukan agar semua berjalan kondusif,” kata dia.

Mekanisme yang dibuat, lanjut Hadisuseno, berbasis undangan. “Sisanya agar tidak datang dan mengikuti aturan yang berlaku. Cukup percayakan kepada yang diundang saja,” ujar dia.

kompas.com

Pilkada Garut putaran ke-2, Hanura & Demokrat jadi rebutan

Pilkada Garut putaran ke-2, Hanura & Demokrat jadi rebutan

Pilkada Garut putaran ke-2, Hanura & Demokrat jadi rebutan

Partai Hanura dan Demokrat menjadi rebutan dua pasangan Calon Bupati (Cabup) Garut dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Garut putaran kedua.

Pasangan Agus Hamdani-Abdusy Syakur Amin dan Rudy Gunawan-Helmi Budiman, bersemangat untuk mendapatkan perhatian dari dua partai tersebut.

Selain berebut dua partai, dua pasangan ini juga bersaing agar mendapat suara lebih dari 50 persen. Dalam Pilkada Garut, pasangan incumbent Agus Hamdani-Abdusy Syakur Amin baru memiliki dukungan dari tiga partai, yaitu PPP, PKB dan Golkar, sementara pesaingnya, Rudy Gunawan-Helmi Budiman, didukung oleh tujuh partai, yakni PKS, PBB, Gerindra, PDI, PAN, PKPI dan Partai Nasdem.

“Kami akan berupaya berkomunikasi dengan dua partai lagi, yaitu Hanura dan Demokrat. Kami harus ngobrol dengan mereka,” kata Cabup Agus Hamdani, di Mapolres Garut, Sabtu (9/11/2013).

Terkait banyaknya dukungan partai besar yang dimiliki pasangan lawan, Bupati Garut ini menanggapinya dengan santai. Ia mengaku telah menjalin koordinasi dengan setiap tim sukses dari sejumlah partai.

“Dukungan itu kan baru di tingkat petinggi partainya. Sementara kami sudah berkomunikasi dengan yang di bawahnya. Golongan dari bawah itu sangat penting karena mereka yang berusaha. Pokoknya target kami di atas 50 persen,” ujarnya.

Sementara itu, Cabup Garut Rudy Gunawan memastikan akan mendapatkan dukungan dari Partai Hanura dan Demokrat. Dia mengklaim, dukungan dari dua partai ini akan segera datang.

“Rencananya Minggu (10/11) besok Demokrat akan menggelar deklarasi dukungan untuk pasangan kita. Bila benar berita dari Demokrat ini terjadi, maka dukungan partai akan bertambah delapan, yaitu lima partai dari parlemen yang sudah pasti seperti PKS, PBB, Gerindra, PDI dan PAN, dua partai non parlemen, yaitu PKPI dan Nasdem, serta dukungan baru dari satu partai parlemen lainnya, Partai Demokrat,” tukasnya.

Terkait pelaksanaan kampanye yang akan berlangsung awal pekan depan, Rudy yang juga berprofesi sebagai pengacara ini yakin dirinya dan pasangan Agus Hamdani-Abdusy Syakur Amin tidak akan melakukan praktek yang menyalahi aturan. Pasalnya, ia mengaku memiliki kedekatan tersendiri dengan Agus Hamdani.

“Pak Agus itu orangnya baik. Hubungan kami selama ini baik juga. Jadi saya percaya nanti pelaksanaannya akan baik-baik saja. Saya dan Pak Agus juga sudah menyatakan siap tidak dipilih,” imbuhnya.

Meski begitu, bila dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang terjadi diluar hukum, Rudy meminta agar penyelesaian kasusnya juga dilakukan secara hukum.

“Kalau melanggar hukum, ya selesaikan dengan hukum. Bukan dengan aksi, teror atau intimidasi,” ucapnya.

Pelaksanaan kampanye Pilkada Garut 2013 putaran kedua sendiri telah dijadwalkan pada 11,12 dan 13 November 2013. Agenda selanjutnya adalah masa tenang di 14, 15 dan 16 November, serta pemungutan suara pada 17 November.

sindonews.com

Rekap Hasil Pilkada, Obyek Vital Garut Dijaga Polisi dan TNI

Calon Bupati Garut Ikrar Pilkada Damai

Calon Bupati Garut Ikrar Pilkada Damai

Dua kandidat Bupati Garut berjanji akan mengikuti pilkada putaran kedua yang akan digelar pada 17 November 2013 mendatang dengan damai.

Ikrar bersama para calon bupati digelar di aula Mumun Surahman Mapolres Garut, Sabtu (9/11/2013) siang. “Saya berjanji siap terpilih atau tidak dipilih,” demikian salah satu butir yang mereka ikrarkan.

Ketua Komisioner KPU Garut, Aja Rowikarim dalam sambutannya mengatakan kegiatan ikrar bersama para calon bupati tersebut merupakan inisiatif dari Kapolres Garut. “Saya menyatakan berbangga hati karena kegiatan ini sangat proaktif dari inisiatif dari Kapolres,” kata Aja.

Pihaknya yakin, kedua pasang calon bersikap dewasa terhadap apapun hasil pemungutan suara nanti. “Kalah dan menang bukanlah tujuan, tapi sebuah proses yang harus dilakukan dengan benar. Tidak ada istilah menang atau kalah, karena kemenangan adalah rakyat garut,” kata Aja.

Sementara itu Kapolres Garut AKBP Arif Rachman dalam paparannya berharap kedua pasang calon tidak menempuh upaya anarkistis jika tidak puas dengan hasil pilkada. “Saya minta kepada calon menempuh dua cara, yakni yuridis atau politis. Itu adalah cara-cara yang bermartabat. Kalau nekat anarkhis, terpaksa berhadapan dengan kami,” kata Arif.

Hadir dalam ikrar bersama tersebut Dandim 0611 Garut Letkol Inf B. Hadisuseno, Sekda Garut Iman Surahman, Panwaslu Garut serta pendukung kedua calon.

kompas.com

Pilkada Lewat DPRD Rawan Digugat

Surat Suara Pilkada Garut Putaran II Mulai Didistribusikan

Surat Suara Pilkada Garut Putaran II Mulai Didistribusikan

Pemilihan Kepala Daerah Garut, Jawa Barat, putaran kedua akan digelar pada 17 November 2013. KPUD setempat mulai mendistribusikan logistik Pilkada ke 42 kecamatan dengan pengawalan ketat petugas kepolisian.

Ketua KPU Garut Aja Rowikarim mengatakan, jumlah surat suara yang didistribusikan sebanyak 1,8 juta lembar, berikut ribuan kotak suara. Pendistribusian sengaja dilakukan jauh-jauh hari guna meminimalisasi kendala geografis di wilayah Garut selatan yang terdiri dari pegunungan dan hutan.

“Mulai hari ini dengan pengawalan 999 polisi kami mulai distribusikan logistik pilkada. Ada 1,8 juta surat suara yang kami kirim ke 42 PPK. Kalau jauh hari kita kirim, kita bisa minimalkan hambatan terkait logistik, khususnya di Garut selatan,” kata Aja, Selasa (5/11/203) siang.

Sebelum didistribusikan, jelas Aja, petugas sudah melakukan penyortiran surat suara agar tidak terjadi kekeliruan. “Logistik yang keluar dari gudang sudah kita sortir, Insya Allah sudah pas dan benar susuai jumlah TPS dan DPT,” katanya.

Ia menambahkan, Pilkada Garut putaran kedua akan diikuti dua pasang calon, yakni calon nomor urut 5 Agus Hamdani-Abdul Syakur dan calon nomor urut 8 Rudy Gunawan-Helmi Budiman. Sedangkan jumlah pemilih masih mengacu pada DPT Pilkada putaran pertama, yakni 1.760.130 jiwa meski telah dilakukan pemutakhiran untuk DPT Pemilu 2014.

Diinformasikan, pelaksanaan Pilkada Garut putaran kedua yang tinggal hitungan hari ini sempat dibayang-bayangi ancaman pengunduran diri dari 4 anggota komisioner KPU Garut. Pasalnya, keempatnya gagal lolos seleksi calon anggota KPU Garut periode 2013-2018.

kompas.com

17 November, Putaran Kedua Pilkada Garut Digelar

 

17 November, Putaran Kedua Pilkada Garut Digelar

17 November, Putaran Kedua Pilkada Garut Digelar

Komisi Pemilihan Umum Garut, Jawa Barat, mulai melakukan sosialisasi pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah Garut putaran kedua yang akan digelar pada hari Minggu, 17 November 2013. Dua pasangan calon kepala daerah yakni Agus Hamdan dan Abdusy Syakur yang diusung PPP dan PKB akan bertarung dengan Rudi Gunawan dan Helmi Budiman yang diusung Partai Gerindra, PBB dan PKS.

Menurut Kepala Divisi Hukum KPUD Garut, Zaky Resmana Saleh, berdasarkan Pasal 85a/PKPU 14 tahun 2010, masing-masing calon pasangan tidak diperbolehkan untuk melakukan kampanye terbuka atau memasang alat peraga, sebelum digelar Pemilukada putaran kedua. “Jadi berdasarkan peraturan, memang untuk putaran kedua tak ada kampanye terbuka dari masing-masing pasangan, sehingga kami yang melakukan sosialisasi kepada masyarakat, kecuali sosialisasi melalui media, ” ujarnya Rabu, 23 Oktober 2013 kepada wartawan di kantor KPUD Garut.

Sosialisasi yang dilakukan KPU Garut di antaranya memperkenalkan contoh surat suara untuk Pemilukada putaran kedua. Contoh surat suara tersebut ditempel di perkantoran dan tempat umum dan terbuka agar terlihat dan terbaca oleh masyaralat umum.

Lanjut Zaky, dua pasangan bupati dan wakil bupati akan bertarung memperebutkan 1,7 juta pemilih di Garut. “Kedua pasangan yang berhak maju merupakan pasangan yang berhasil mengalahkan 8 pasangan calon kepala daerah pada putaran pertama, Minggu 8 September 2013 lalu.”

Sebelumnya pada putaran pertama Pemilukada di Garut, Minggu 8 September 2013 lalu, pasangan Rudy Gunawan-Helmi Budiman yang diusung Partai Gerinda, PBB dan PKS yang bernomor urut 8, memperoleh suara sah terbanyak, 256.323 suara atau 23,17 persen. Posisi kedua pasangan petahana Agus Hamdani-Abdusy Syakur Amin yang diusung PPP dan PKB nomor urut 5 memiliki suara 251.617 suara atau 22.74 persen.

Sementara itu urutan ketiga, pasangan nomor 4 Memo Hermawan-Ade Ginanjar diusung PDIP dan Golkar dengan perolehan 194.752 suara. Urutan keempat, pasangan nomor urut 7 yakni Saeful Anwar-Serli Besi yang diusung Partai Hanura dan PAN dengan perolehan 92.237 suara. Urutan kelima, pasangan nomor urut 1 Dedi Suryadi-Deddy Dores dari jalur perseorangan memperoleh 59.577 suara.

Urutan keenam, pasangan nomor urut 10 Dede Kusdinar-Endang Suryana dari jalur perseorangan meraih 58.091 suara. Ketujuh, pasangan nomor urut 2 Yamin Supriatna-Dadan Ramdani dari jalur perseorangan memperoleh 55.700 suara. Peringkat kedelapan, pasangan nomor urut 9 Ahmad Bajuri-An An Kusmardian diusung Partai Demokrat meraih 52.031 suara. Kesembilan, pasangan nomor urut 6 Nadiman-Holil dari jalur peseorangan meraih 43.779 suara dan peringkat kesepuluh, pasangan nomor urut 3 Sirojulmunir-Iwan Suwarsa dari jalur perseorangan meraih 42.220 suara.

Meski jumlah pemilih sebanyak 1.760.130 jiwa, Pilkada Garut 2013 hanya diikuti oleh 1.145.987 warga atau 65,11% saja. Angka golput di pilkada ini adalah 606.364 jiwa atau 34,45%. (eh)

viva.co.id

 

 

 

Rekap Hasil Pilkada, Obyek Vital Garut Dijaga Polisi dan TNI

Sidang gugatan Pilkada Garut dihentikan

Sidang gugatan Pilkada Garut dihentikan

Sidang gugatan perkara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Garut, Jawa Barat, dihentikan Mahkamah Konstitusi (MK) karena salah satu pemohon mencabut gugatan.

“Setelah keputusan MK ini berarti selesai, sidang gugatan tidak dilanjutkan,” kata Divisi Hukum dan Sosialisasi KPUD Garut, Zaky Saleh saat dihubungi wartawan di Garut, Senin.

Sidang penghentian gugatan Pilkada Garut di Jakarta, Senin itu hadir sebagai termohon yakni komisioner dan anggota KPU Garut didampingi kuasa hukumnya.

Sidang di MK tersebut dimulai pukul 15.30 WIB dipimpin Hakim Ketua Hamdan Zulfa, SH dengan anggota Haryono, SH, Patrialis Akbar, SH dan lima hakim lainnya.

“Sidang itu Hakim menetapkan empat keputusan gugatan Pilkada Garut dalam Surat Ketetapan Nomor 129/PHPU.D-XI/2013,” kata Zaki.

Ia menyebutkan keputusan pertama mengabulkan penarikan kembali permohonan pemohon dalam perkara perselisihan hasil Pilkada Garut. Keputusan kedua, permohonan perkara hasil Pilkada Garut ditarik kembali.

Selanjutnya, kata Zaky keputusan ketiga pemohon tidak dapat mengajukan kembali permohonan perselisihan hasil Pilkada Garut dan keputusan keempat memerintahkan panitera MK untuk menerbitkan akta pembatalan registrasi permohonan dan mengembalikan berkas kepada pemohon.

“Setelah selesainya gugatan ini, kami dari KPU mulai fokus kembali pada persiapan Pilkada Garut putaran kedua,” katanya.

Sebelumnya gugatan Pilkada Garut itu dilakukan oleh pemohon pasangan calon bupati Memo Hermawan dan wakilnya, Ade Ginanjar diusung PDI-Perjuangan dan Partai Golkar.

Salah satu pemohon yakni Ade mencabut gugatan Pilkada Garut sehingga proses hukum perkara tersebut tidak dapat dilanjutkan atau gugur sesuai Undang-undang Mahkamah Konstitusi. (*)

antaranews.com

Rekap Hasil Pilkada, Obyek Vital Garut Dijaga Polisi dan TNI

REKAPITULASI PEROLEHAN SUARA PILKADA GARUT DIGELAR SELASA

REKAPITULASI PEROLEHAN SUARA PILKADA GARUT DIGELAR SELASA

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Garut, Jawa Barat, akan menggelar rapat rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Garut di Gedung Mutiara, Garut, Selasa (17/9).

“Jadi besok (Selasa) rapat pleno terkait penetapan rekapitulasi perolehan suara Pilkada Garut yang dilaksanakan 8 September 2013,” kata Ketua KPU Garut Aja Rowikarim kepada wartawan, Senin.

Ia menuturkan rapat tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dengan agenda rapat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara 10 pasangan calon bupati/wakil bupati Garut kemudian agenda rapat kedua penetapan pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak.

Selanjutnya KPU, kata Aja, menentukan pasangan calon bupati terpilih jika hasil perhitungan meraih suara lebih 30 persen dari jumlah surat suara sah.

“Apabila pasangan calon memperoleh suara sah lebih dari 30 persen dari jumlah suara sah maka dinyatakan sebagai pasangan calon terpilih,” katanya.

Jika hasil rekapitulasi perhitungan suara tidak ada yang mencapai 30 persen dari suara sah, kata Aja, maka pelaksanaan Pilkada Garut akan digelar putaran kedua.

“Pemilihan putaran kedua diikuti oleh pemenang pertama dan pemenang kedua,” katanya.

Sementara itu, selama pelaksanaan rapat rekapilutasi perhitungan suara mendapatkan pengamanan ketat dan pemeriksaan terhadap tamu undangan oleh aparat kepolisian.

Rapat tersebut dapat dihadiri oleh tamu yang mendapatkan undangan dari KPU yakni semua pasangan calon dan sebagian tim suksesnya, unsur Muspida, organisasi kemahasiswaan, masyarakat, dan Panwas.

 

antarajawabarat.com

Artis Deddy Dores Terseok di Pilkada Garut

Artis Deddy Dores Terseok di Pilkada Garut

Artis Deddy Dores Terseok di Pilkada Garut

Garut – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut, Jawa Barat, diperkirakan akan berlangsung dua putaran. Karena berdasarkan hasil real count Komisi Pemilihan Umum setempat, tidak ada satupun pasangan calon yang meraih suara di atas 30 persen. Mereka yang mendapat suara minim dalam pilkada ini termasuk pasangan Dedy Suryadi – Deddy Supriyadi atau yang sohor dengan nama Deddy Dores. Deddy adalah artis penyanyi senior.  “Raihan suara sementara tertinggi hanya mencapai 22 persen,” ujar Humas KPU Garut, Abdal, kepada Tempo, Minggu, 08 September 2013.

Menurut dia, berdasarkan penghitungan sementara, dua pasangan dipastikan akan melaju ke putaran kedua. Mereka adalah Agus Hamdani – Abdusy Syakur dengan perolehan suara 22,92 persen serta pasangan Rudy Gunawan – Helmi Budiman (22,73 persen).

Berdasarkan hasil perhitungan sementara yang masuk di komisi pemilihan, jumlah suara sah tercatat sebanyak 1.022.706 suara. Perolehan tertinggi diraih pasangan Agus Hamdani – Abdusy Syakur disusul Rudy Gunawan – Helmi Budiman. Di bawah mereka  menyusul pasangan Memo Hermawan – Ade Ginanjar dengan perolehan 17,39 persen. Adapun tujuh pasangan calon lainnya hanya mendapatkan suara di bawah tujuh persen.

Perhitungan suara ini berasal dari tiap tempat pemungutan suara yang tersebar di 42 kecamatan. Teknis penyampaian hasil pemilihan melalui telpon seluler dari petugas pemungutan suara ke komisi pemilihan. “Sisa suara yang belum masuk dari 4.604 TPS tinggal 700 ribuan lagi, jadi pengaruh raihan suara tidak akan terlalu signifikan,” ujar Abdal.

KPU, kata dia, telah menetapkan pemungutan suara untuk putaran kedua pada 17 November 2013 mendatang. Jadwal tersebut tetap akan dilaksanakan meskipun ada gugatan dari pasangan calon yang tidak puas. Sedangkan untuk tahapan kampanye putaran kedua akan digelar pada 11-13 November.

Untuk putaran kedua ini KPU telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 11 miliar. Aggaran tersebut merupakan bagian dari total angaran pemilukada sebesar Rp 47 miliar. “Semuanya sudah kami antisipasi dan kami telah siapkan untuk putaran kedua,” ujar dia.

Pengamat politik Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf, menilai kurangnya perolehan suara para calon dikarenakan semua figur calon belum dikenal oleh pemilih. Apalagi program yang ditawarkan tidak memiliki daya jual yang kuat. Kebanyakan dari para calon hanya meniru program yang diusung dari daerah lain. “Tidak ada yang kreatif, copy paste dari daerah lain. Itu yang saya lihat waktu jadi panelis dalam debat kandidat calon Bupati Garut kemarin,” ujar Asep.

Asep menilai pilkada putaran kedua  akan lebih berat. Alasanya karena masyarakat sudah merasa jenuh. “Saya khawatir partisipasi pemilih menurun, apalagi bila pendukung yang kalah tidak menyalurkan hak pilihnya,” ujarnya.

Seperti diketahui Pilkada Kabupaten Garut yang digelar hari ini diikuti 10 pasangan calon. Enam pasangan diusung oleh partai politik dan 4 pasangan lainnya dari jalur independen. Peserta dari jalur independen ialah Dede Kusdinar – Endang Suryana, Sirojulmunir – Iwan Suwarsa, Yamin Supriatna – Dadan Ramdani, dan Dedi Suryadi – Deddy Supriyadi (Deddy Dores).

Sedangkan pasangan yang diusung partai politik ialah Agus Hamdani – Abdusy Syakur (PPP dan PKB) Rudy Gunawan – Helmi Budiman (Gerindra, PKS, dan PBB), Memo Hermawan – Ade Ginanjar (PDIP dan Golkar), Saeful Anwar – Serli Besi (PAN dan Hanura), Ahmad Bajuri – An An Kusmardian  atau Ananda George (Partai Demokrat) serta Nadiman – Holil Aksan Umarzen yang diusung 20 partai nonparlemen.

tempo.co

Rekap Hasil Pilkada, Obyek Vital Garut Dijaga Polisi dan TNI

Pilkada Bupati Garut perebutkan 1,7 juta suara

Pilkada Bupati Garut perebutkan 1,7 juta suara

Sebanyak 10 pasangan calon bupati/wakil bupati Garut memperebutkan 1.760.130 suara daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu.

Para calon pemimpin Kabupaten Garut periode 2014-2019 itu memperebutkan suara di 4.064 tempat pemungutan suara (TPS) tersebar di 42 kecamatan.

Pasangan peserta Pilkada Garut terdiri dari nomor urut 1 Dedi Suryadi-Deddy Dores, nomor urut 2 Yamin Supriatna-Dadan Ramdani, nomor urut 3 Sirojulmunir-Iwan Suwarsa. Ketiganya calon dari jalur perseorangan.

Kemudian nomor urut 4 pasangan Memo Hermawan-Ade Ginanjar diusung PDI Perjuangan dan Partai Golkar, nomor urut 5 Agus Hamdani (Bupati Garut saat ini)-Abdusy Syakur yang diusung PPP dan PKB.

Nomor urut 6 Nadiman-Holil Aksan diusung 20 partai politik nonparlemen hasil Pemilu 2009. Selanjutnya nomor urut 7 Saeful Anwar-Serli Besi diusung PAN dan Partai Hanura. Nomor urut 8 Rudy Gunawan-Helmi Budiman diusung Partai Gerindra, PKS, dan PBB.

Nomor urut 9 pasangan Ahmad Bajuri-An Kusmardian diusung Partai Demokrat, dan terakhir nomor urut 10 pasangan Dede Kusdinar-Endang Suryana dari jalur perseorangan.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, Aja Rowikarim, mengatakan target partisipasi masyarakat dalam Pilkada Garut sebesar 70 persen, atau lebih tinggi daripada angka partisipasi Pemilihan Gubernur 2013 sebesar 64 persen.

“Pemilihan Gubernur kemarin 64 persen, untuk partisipasi pemilihan bupati Garut target 70 persen,” kata Aja.

antaranews.com