Sengketa Pilkada Serang, MK Menangkan Adik Tiri Ratu Atut

mk

 

[JAKARTA] mahkamah konstitusi ( mk ) menampik permintaan sengketa pilkada kabupaten bondowoso yang diserahkan akan pasangan calon bupati serta wakil bupati haris sonhaji-harimas.

“Permohonan Pemohon tidak dapat diterima,” kata Ketua Majelis Hakim Akil Mochtar, saat membacakan amar putusan di Jakarta, Rabu (12/6).

Dalam pertimbangannya, permohonan Pemohon salah objek (error in objecto), sehingga tidak memenuhi syarat sebagaimana dimaksud Pasal 106 ayat (2) UU 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Pasal 4 Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) nomor 15 tahun 2008.

“Berdasarkan Pasal 106 ayat (2) UU Pemerintahan Daerah, menyatakan, ‘Keberatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) hanya berkenaan dengan hasil penghitungan suara yang mempengaruhi terpilihnya pasangan calon’,” kata Hakim Konstitusi Achmad Sodiki, saat membaca pertimbangan hukum.

Demikian pula, lanjutnya, dalam Pasal 4 PMK 15/2008 menyatakan, “Objek perselisihan Pemilukada adalah hasil penghitungan suara yang ditetapkan oleh Termohon….dst”.

“Dengan demikian maka eksepsi Pihak Terkait (KPU Kabupaten Bondowoso) mengenai permohonan Pemohon salah objek (error in objecto), beralasan menurut hukum,” kata Sodiki.

Dalam pemberitaan sebelumnya, bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Haris Sonhaji-Harimas yang menilai KPU telah melanggar asas mandiri, netral dan independen.

Pemohon juga mempersoalkan dukungan partai bagi pasangan calon Mustawiyanto-Abdul Mana (MuNa) yang telah menarik dukungannya melalui surat tertanggal 1 Mei 2013 kepada termohon, sehingga dukungannya tidak memenuhi syarat.

Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Haris Sonhaji-Harimas ini menilai Pilkada Bondowoso tidak memenuhi syarat dukungan karena pasangan MuNa, maka Pilkada Bondowoso tidak dapat dilaksanakan karena pasangan yang tersisa hanya ada satu pasangan.

KPU telah menetapkan Pilkada Kabupaten Bondowoso telah diikuti oleh dua pasangan, yakni Pasangan Amien Said Husni-Salwa Arifin Jaya (Aswaja) dan pasangan calon Mustawiyanto-Abdul Mana (MuNa).

Pasangan Amien Said Husni-Salwa Arifin Jaya (Aswaja) telah dinyatakan sebagai pemenang setelah memperolehan suara 69,98 persen atau 279.734 suara, sedangkan pasangan Mustawiyanto-Abdul Mannan (MuNa) hanya meraih 77.275 suara atau 19,33 persen.

Terkait permohonan tersebut, KPU melalui kuasa hukumnya, Robikin Emhas, mengatakan dalil pemohon yang mengatakan pasangan calon Mustawiyanto-Abdul Mana (MuNa) yang dinilai tidak sah, karena setelah masa pendaftaran telah terjadi perubahan kepengurusan ketua DPC PKNU adalah tidak benar.

Dia mengatakan bahwa berdasarkan peraturan, yakni dalam Pasal 109 ayat (1) Peraturan KPU (PKPU) berbunyi: “pasangan calon yang sudah dinyatakan memenuhi syarat sebagai pasangan calon, tidak boleh ditarik oleh partai pengusungnya dan tidak boleh mengundurkan diri”.

Robikin mengatakan bahwa penarikan pasangan calon “MuNa” oleh PKNU itu dilakukan pada 1 Mei 2013, sementara pasangan calon ini sudah ditetapkan oleh KPU sebagai peserta pemilu yang memenuhi syarat pada 18 Maret 2013, sehingga rentang waktunya jauh sekali.

 

MK Menolak Gugatan Sengketa Pilkada Di Bondowoso

Sumber: suarapembaruan.com

Darmawan Klaim Menang Pilkada Ende di 11 Kecamatan

 

 ruang-sidang-mk-credit-at-photo-300x200

 

JAKARTA – kuasa hukum kpu bondowoso robikin emhas menyebutkan, tuntutan perselisihan hasil pilkada bondowoso yang diserahkan pasangan eks bakal calon bupati ( bacabup ) oleh pasangan harris sonhaji-harimas ( harsima ) dalam dalil permohonnanya tidak dapat dibuktikan dengan hukum. andaikata juga ada dalil permintaan yang benar, maka perihal itu bukan hanya merupakan pelanggaran pada prinsip hukum serta prinsip keadilan umum, kata robikin, jumat ( 31/5/2013 ).

dalam sidang kelanjutan yang digelar mk pada hari ini, dia menjelaskan dalil pihak pemohon yang menyebutkan pasangan nomer urut , yaitu mustawiyanto-abdul mana ( muna ), dinilai tidak sah. alasannya, sehabis masa pendaftaran sudah berlangsung pergantian kepengurusan ketua dpc pknu sebagai pengusungnya, terkesan mengada-ada.

meski sebenarnya, kata dia, telah ada ketentuan dalam pasal 109 ayat 1 peraturan komisi pemilihan umum ( pkpu ) dengan berbunyi sehabis pengumuman pasangan calon sebagaimana disebut dalam pasal 107, partai politik atau paduan partai politik dilarang menarik calon dan/atau diantara dari pasangan calon. di mana saat itu, pasangan muna sudah ditetapkan sebagai pasangan calon pada 18 maret 2013 serta ditarik oleh pknu pada mei 2013. akan tetapi, penarikan itu sendiri didasarkan surat dari dpc pknu yang terbit pada 2 mei 2013. “Menurut hukum penarikan itu (dukungan) cacat hukum atau tidak sah. Maka dengan ketentuan yang ada, partai dilarang menarik atau pasangan calon dilarang mengundurkan diri, karenanya harus ditolak oleh KPU,” imbuhnya.

Menurutnya, KPU malah mempertanyakan kedudukan hukum (legal standing) pemohon sebagai bakal pasangan calon. Dikarenakan, tak ada pelanggaran serius yang dilakukan oleh pihyaknya dengan mengakibatkan hilangnya hak konstitusional seorang warga negara.

“Berdasarkan parturan MK Nomor 15 tahun 2008, sangat jelas menyeburkan syarat untuk memiliki legal standing itu adalah pasangan calon. Sedangkan jelas-jelas Pemohon bukan merupakan pasangan calon,” ujarnya.

Lebih lanjut, Robikin menyampaikan ada lima partai yang memberikan dukungan ganda antara pengusung pasangan lainnya Amein Said Husni-Salwa Arifin (Aswaja) dengan didukung 20 partai dan Harsima 13 partai

“Setelah diverifikasi, tiga parpol menegaskan dukungannya kepada Aswaja, kemudian dua parpol sisanya diketahui pengurusnya tidak sah. Jadi Harisma hanya didukung delapan parpol yang jika diakumulasi suaranya juga tidak mencapai 15 persen,” tambahnya.

Sebelumnya, pasanagan bacabup Harsima mengajukan permohonan gugatan ke MK, diduga ada kecurangan dalam Pilkada Bondowoso. Mereka menilai Pilkada yang diikuti, dua pasangan calon yakni pasangan MuNa dan Aswaja, yang dinilai hanya “boneka” pasangan pemenang Pilkada.

 

Gugatan Pilkada daerah Bondowoso tidak Berdasar

Sumber: okezone.com

Sengketa Pilkada Serang, MK Menangkan Adik Tiri Ratu Atut

Surat Suara Braile

 

 

JAKARTA – pasangan akan calon bupati bondowoso, haris sonhaji-harimas mengajukan gugatan perselisihan pilkada ke mahkamah konstitusi ( mk ). menurut harimas, ada dugaan kecurangan yang dilaksanakan komisi pemilihan umum ( kpu ) saat  menggelar pilkada bondowoso.

permasalahan di pilkada bondowoso itu hakikatnya tidak sah. harusnya dilaksanakan pilkada ulang, kata harimas, pada saat sidang pemeriksaan pendahuluan di gedung mk, jalur medan merdeka barat, jakarta pusat, rabu ( 29/5/2013 ). Dijelaskannya, dalam Pilkada Bondowoso hanya ada dua pasangan calon yakni Amien Said Husni-Salwa Arifin (Aswaja) dan Mustawiyanto-Abdul Manan (Muna). Dia menuding pasangan Muna yang ditetapkan oleh KPU hanya sebagai boneka pasangan Aswaja agar memenangkan Pilkada.

“Muna yang awalnya itu sebagai bonekanya Aswaja untuk mendampingi. Alasannya Pilkada memang minimal harus ada dua pasangan calon. Pada 1 Mei sebelum pemilihan, partai pengusung Muna, PKNU telah menarik dukungannya, dan itu dibenarkan di dalam PKPU No.5/2012 pasal 101-102,” jelasnya.

Harimas dan Haris sebenarnya telah mendaftarkan diri sebagai salah satu calon, namun dicoret oleh KPU. Merasa dihalangi, Harimas pun melaporkan KPU dan Panwaslu Bondowoso ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“DKPP akhirnya memutuskan memecat ketua dan dua anggota KPU dan seorang Panwaslu Bondowoso,” tambahnya.

Namun, sambung dia, keputusan DKPP itu terjadi setelah proses Pilkada selesai dan ada pemenangnya. Akhirnya dia pun mengajukan hal ini ke MK. Karena, yang bisa membatalkan hasil Pilkada hanya lembaga pimpinan Akil Muchtar tersebut.

 

Pilkada Daerah Bondowoso Akan Digugat Ke MK

Sumber: okezone.com

Hakim Harjono Keberatan MK Tangani Sengketa Pilkada

pilkada-palembang-tunanetra--p

 

 

JAKARTA – pasangan akan calon bupati bondowoso, haris sonhaji-harimas mengajukan gugatan perselisihan pilkada ke mahkamah konstitusi ( mk ). menurut harimas, ada dugaan kecurangan yang dilaksanakan komisi pemilihan umum ( kpu ) saat  menggelar pilkada bondowoso.

permasalahan di pilkada bondowoso itu hakikatnya tidak sah. harusnya dilaksanakan pilkada ulang, kata harimas, pada saat sidang pemeriksaan pendahuluan di gedung mk, jalur medan merdeka barat, jakarta pusat, rabu ( 29/5/2013 ). Dijelaskannya, dalam Pilkada Bondowoso hanya ada dua pasangan calon yakni Amien Said Husni-Salwa Arifin (Aswaja) dan Mustawiyanto-Abdul Manan (Muna). Dia menuding pasangan Muna yang ditetapkan oleh KPU hanya sebagai boneka pasangan Aswaja agar memenangkan Pilkada.

“Muna yang awalnya itu sebagai bonekanya Aswaja untuk mendampingi. Alasannya Pilkada memang minimal harus ada dua pasangan calon. Pada 1 Mei sebelum pemilihan, partai pengusung Muna, PKNU telah menarik dukungannya, dan itu dibenarkan di dalam PKPU No.5/2012 pasal 101-102,” jelasnya.

Harimas dan Haris sebenarnya telah mendaftarkan diri sebagai salah satu calon, namun dicoret oleh KPU. Merasa dihalangi, Harimas pun melaporkan KPU dan Panwaslu Bondowoso ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“DKPP akhirnya memutuskan memecat ketua dan dua anggota KPU dan seorang Panwaslu Bondowoso,” tambahnya.

Namun, sambung dia, keputusan DKPP itu terjadi setelah proses Pilkada selesai dan ada pemenangnya. Akhirnya dia pun mengajukan hal ini ke MK. Karena, yang bisa membatalkan hasil Pilkada hanya lembaga pimpinan Akil Muchtar tersebut.

 

Pilkada Daerah Bondowoso Akan Digugat Ke MK

Sumber: okezone.com

Ketua-Umum-PDIP-Megawati

pdip

 

BONDOWOSO – pasangan amin said husni-salwa arifin ( aswaja ) menang telak di dalam pilkada bondowoso yang digelar tempo hari. dari hasil kalkulasi cepat ( quick count ) instansi survey proximity, pasangan incumbent ini meraih 80, 49% nada.

sesaat lawannya mustawiyanto- abdul manan ( muna ) cuma beroleh 19, 51% nada. survey tersebut ditunaikan pada 150 area pemungutan nada ( tps ) dari keseluruhan . 387 tps dengan 42. 965 nada. “berdasarkan data 100% yang masuk ke kami, diketahui pasangan aswaja menang telak, ” kata direktur riset proximity andri riswandi. dia menjelaskan, kemenangan ini tidak terlepas dari peran amin said husni sebagai incumbent.

disamping itu, pasangan amin merupakan tokoh yang dulu menjabat sebagai wakil bupati periode 2003-2008. hasil ini tidak mengejutkan dikarenakan udah diprediksikan di awalnya, terutama sesudah pdip menjelaskan dengan terbuka untuk tidak turut menentukan dengan kata lain golput. pada akhir pemungutan nada tempo hari, ratusan kader serta simpatisan pdip justru menggelar mimbar bebas di depan kantor dpc pdip bondowoso jalur ahmad yani.

tak sekedar menyerukan aksi golput, massa juga membakar surat undangan dari komisi penentuan umum ( kpu ) bondowoso. ketua dpc pdip bondowoso irwan bahtiar menuturkan, sikap golput di ambil dikarenakan pilkada bondowoso cacat hukum, politik, serta moral. ”kami menyerukan boikot serta menjelaskan golput dikarenakan ini pilihan terbaik, ” kata irwan. pilkada bondowoso diikuti dua pasangan peserta, ialah muna pada no urut satu serta aswaja pada no urut dua.

pasangan muna awalannya cuma di dukung pknu yang punya 12 kursi di dprd bondowoso. sepekan lantas, pknu menarik dukungan tersebut. sesaat pasangan aswaja disokong 19 partai politik, jikalau pdip. partai banteng moncong putih tersebut bersama-sama sebanyak parpol nonparlemen mengusung wakil bupati bondowoso haris sonhaji yang kelanjutannya dicoret kpu dengan alasan tidak mencukupi syarat.

sesaat itu, ketua kpu bondowoso zainuddin menuturkan, menurut laporan lebih dari satu tps, jumlah pemilih yang datang pada jam 12. 00 wib udah diatas 60% dari daftar pemilih. menurut dia, aksi golput yang di antaranya dari pdip sampai petang tempo hari, tidak terlampau penting. “kami pernah cemas dengan kemungkinan tingginya angka golput, ” kata zainuddin.

meskipun demikian, menurut pantauan di lapangan, jumlah pemilih yang tidak ada di tps cukup besar. di tps 9 kelurahan bendungan lokasi amin memakai hak nada, aswaja mendapatkan 87 nada serta muna 50 nada. jumlah 67 nada di anggap tidak sah. dari 324 warga pada daftar pemilih konsisten, ada 120 orang yang tidak menentukan. di tps 7 jalur pujer, kelurahan sumbersalam, kecamatan tenggarang dari keseluruhan 508 warga di dpt, 262 warga tidak memakai hak nada.

dengan demikian, maka nada golput di tps itu tetap tinggi ialah 51%. di pihak lain, amin said konsisten berterima kasih atas banyaknya dukungan kepadanya. ”kami bersyukur pilkada jalan baik, lancar, serta demokratis. ini merupakan kerja sama serta kedewasaan politik warga bondowoso, ” tandas amin

PDIP Golput, – Massa Bakar Undangan Pilkada Bondowoso

Sumber:  koran-sindo.com

Pilkada Serentak, Lima Kabupaten di NTT Tuntaskan Pemungutan Suara

GuruBondowoso,-Ribuan guru di Kabupaten Bondowoso, akan mengunakan hak pilihnya setelah mengawasi Ujian Nasional (UN), senin, 6 Mei 2013. Endang Hardiyati, kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Bondowoso mengatakan, UN untuk murid Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) tetap dilakukan sesuai jadwal, meskipun bersamaan dengan Pemilihan Kepala Daerah (pilkada). “Jadwal Ujian tetap sesuai aturan, mulai pukul delapan sampai pukul sepuluh,”ujarnya.

Dia menambahkan, hak politik para guru tetap bisa dipenuhi setelah mereka mengawasi UN yang diikuti 12.407 murid itu. Ujian Nasional tahun ini, kata dia, diikuti sebanyak 11.057 murid SD dan 1.342 murid MI serta empat (4) murid SD Luar Biasa. “Jadwal UN tidak bisa diubah, dan jadwal Pilkada juga sudah ditetapkan KPU,”katanya.

Zainuddin, ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bondowoso mengatakan, komisi sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan soal jadwal dan pelaksanaan Pilkada Bondowoso. Menurutnya, ada beberapa orang guru yang menjadi panitia pemilihan di tingkat desa atau Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS). “Mereka yang menjadi PPS, tidak menjadi pengawas ujian nasional. Tapi jumlahnya tidak banyak,”kata dia.

Seluruh logistik Pilkada, kata dia, sudah selesai dikirim hingga ke tingkat KPPS pada Minggu (5 April). Sebanyak 1.387 tempat pemungutan suara (TPS) telah disiapkan KPUD Bondowoso di 23 kecamatan. Surat undangan untuk 592.212 orang yang terdata sebagai pemilih, juga sudah didistribusikan kepada yang berhak. “Kami optimistis dan berharap Pilkada yang bersamaan ujian nasional bisa sama-sama lancar,”kata dia.

Komisaris POlisi Kusno Wibowo, Wakil Kepala Kepolisian Resort Bondowoso mengatakan, sedikitnya 500 orang dikerahkan untuk menjaga keamanan pilkada dan ujian nasional tahun ini. “Pasukan tambahan dari Polda Jawa Timur dan TNI juga siap membantu untuk menjaga situasi kondusif selama pemilihan dan ujian nasional,”kata dia.

Sumber : TEMPO.CO