Pasca Pilkada, KWB Persatukan Kembali Warga Bogor Terkotak-Kotak

Pasca Pilkada, KWB Persatukan Kembali Warga Bogor Terkotak-Kotak

Pasca Pilkada, KWB Persatukan Kembali Warga Bogor Terkotak-Kotak

Pasca pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bogor, salah  wadah berkupulnya warga Bogor yakni Karukunan Warga Bogor (KWB) mempersatukan kembali warga Bogor yang terkotak-kotak, karena mereka menjadi mendukung atau tim sukses pasangan calon yang maju dalam Pilkada Bogor.

“ Setelah menjadi pendukung atau tim sukses pasangan calon, warga Bogor kembali harus bersatu, karena Walikota dan Bupati Bogor sudah terpilih, “kata Ketua KWB Edgar Suratman dalam silaturahim KWB sekaligus peresmian Pandapa Hegar Manah, di Bogor Nirwana Residence (BNR), Sabtu (12/10/2013).

Dalam silaturahim tersebut hadir Wakil Walikota Bogor terpilih Usmar Hariman.  Sedangkan sejumlah tokoh dan sesepuh Bogor yang hadir antara lain Ketua DPRD Mufti Faoqi, Mantan Bupati Bogpr Sudrdjat Nataatmadja, dan Aki Pochman. Sedangkan Bima Arya Sugiarto dan Bupati Bogor Rachmat Yasin  serta Wakil Karyawan Faturachman berhalangan hadir.

“Kang Bima dan Kang Rachmat berhalangan hadir karena ada acara yang tidak bisa ditinggalkan, “ kata panitia penyelenggara M. Ischak AR.

Lebih lanjut Edgar menegaskan, kemenangan  pasangan Bima Arya Sugiarto-Usmar Hariman bukan semata kemenangan pasangan “BISA”, tapi merupakan kemenangan semua warga Kota Bogor. Begitu pula, kata Edgar, kemenangan pasangan Rachmat Yasin – Nuhayanti, juga merupakan kemenangan warga Kabupaten Bogor.

KWB bersyukur bahwa putra Bogor telah memenangkan Pilkada. Bima Arya adalah putra Bogor, begitu pula Rachmat Yasin yang juga penasehat KWB juga merupakan putra Bogor, “ tukasnya.

Oleh karena itu Edgar berharap, semua warga Bogor bersatu untuk bersama-sama membangun Bogor kearah yang lebih baik.  “ Jadi, mulai saat ini KWB mempersatukan kembali warga Bogor yang sempat terkotak-kotak karena menmendukung dan menjadi tim sukses pasangan calon, “ kata dia.

Hal senada diungkapkan sesepuh Bogor yang juga mantan Bupati Bogor Sudarjat Nataatmadja. “ Kuncinya, kalau Bogor ingin lebih baik, warganya harus bersatu padu dalam membangun Bogor, “ kata Sudradjat.

Sudardjat juga mengingatkan, untuk membangun Bogor kedepan Kota dan Kabupaten Bogor harus sinergis. “ Jadi, jangan ada lagi egiosme Kota maupun Kabupaten Bogor, “ tukasnya.

Sudradjat menuturkan, semasa dirinya menjabat Bupati Bogor dan saat itu Kota Bogor  dipimpin Walikota  Muhammad sudah menggagas akan pembangun sub-sub Terminal dibatas Kota.   Yang menjadi pertanyaan ? kata Sudradjat,  kenapa sampai saat ini belum juga terealisasi. Padahal, jika sub terminal batas Kota bisa direalisasikan akan mengurangi kemacetan di tengah Kota, “pungkasnya.

Sementara itu, pendopo Hegar Manah yang diresmikan, dibangun oleh salah satu pengusaha Bogor Adi Chakra.  “Pendopa  tersebut sengaja kita dibangun sebagai tempat berkumpulnya  atau bersilaturahim warga Bogor,” kata Adi Chakra.

 

koranbogor.com

 

Diani Apresiasi Kemenangan Pilkada Kota Bogor

Diani Apresiasi Kemenangan Pilkada Kota Bogor

Diani Apresiasi Kemenangan Pilkada Kota Bogor

Walikota Bogor Diani Budiarto menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kota Bogor yang telah turut berperan mensukseskan penyelenggaraan pemilu Walikota dan Wakil Walikota Bogor tahun 2013.

Menurut Diani, Penyelenggaraan Pilkada Kota Bogor sukses atas partisipasi aktif warganya, dan kemenangan yang diraih merupakan kemenangan semua warga Kota Bogor. “Itu menjadi kemenangan kita bersama dalam membangun kehidupan berdemokrasi, “ katanya.

Hal ini disampaikan Walikota Bogor dalam sambutan yang disampaikan Kepala Kantor Kesatuan dan politik (Kesbangpol) Kota Bogor Aep Syaefudin dihadapan Forum Konsultasi dan Komunikasi daerah (Forkonkomda)  Kota Bogor di Gedung Crisant Harmoni Kota Bogor,  Jum’at (26/9/2013).

Sementara, Kepala Seksi Pananganan Masalah Strategis pada Kantor Kesbangpol Kota Bogor Bugi Setianto, egiatan Forkonkomda tahun 2013 diikuti 200 orang berasal dari aparat Kelurahan dan Kecamatan, tokoh masyarakat, tokoh agama perwakilan dari 6 Kecamatan dan 68 Kelurahan se-Kota Bogor. (als/met/yan)

 

beritabogor.com

Ketua KPU Jatim Dihukum DKPP

Rekapitulasi KPU: Bima-Usmar menangkan Pilkada Kota Bogor

Rekapitulasi KPU: Bima-Usmar menangkan Pilkada Kota Bogor

Harapan masyarakat untuk memiliki pemimpin yang sanggup merubah dan menyelesaikan semua persoalan di Kota Bogor, itulah salah satu alasan Bima Arya Sugiarto-Usmar Hariman terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor periode 2014-2019.

Hal tersebut diungkapkan Pengamat Politik dari Universitas Djuanda (Unida) Bogor Bedi Irawan dalam menanggapi kemenangan pasangan nomor urut 2 yang diusung PAN, Demokrat, Gerindra, PKB dan PBB, dengan perolehan suara terbanyak 33,14 persen (132.835 suara).

“Saya pikir inilah bentuk kekecewaan masyarakat yang menghendaki adanya perubahan atas segala persoalan yang selama ini tidak terselesaikan oleh walikota sebelumnya,” kata Bedi di Bogor, Kamis (19/9/2013).

Menurutnya kemenangan Bima-Usmar hampir mirip dengan Pilkada DKI Jakarta yang menghendaki pemimpin-pemimpin muda dan memiliki semangat perubahan. “Seperti Jokowi datang ke Jakarta mengusung perubahan dengan tagline Jakarta Baru, sedangkan di Bogor Bima Arya mengusung Gerakan Perubahan, saya pikir spirit yang dibawa Bima itu tepat, sehingga menjadi pemenang Pilkada Kota Bogor,” terangnya.

Lebih lanjut ia menuturkan pemilih di Kota Bogor juga hampir sama dengan di DKI Jakarta mayoritas rasional dan banyak pemilih pemula yang merasa kecewa atau antipati dengan pemimpin sebelumnya. “Ketika kesemrawutan dan permasalahan Kota Bogor tidak kunjung terselesaikan, masyarakat yang menghendaki perubahan, kesejahteraan dan kemakmuran. Bima Arya muncul merupakan moment yang tepat dalam menggaet suara-suara pemilih rasional dan pemula,” katanya.

Selain itu, Bima merupakan sosok yang relatif bersih dibandingkan calon-calon lainnya yang memiliki beban politik, sehingga berani mengusung gerakan perubahan dan pemberantasan korupsi. “Semangatnya itulah yang membuat Bima Arya tepat hadir di hati masyarakat Kota Bogor,” tandasnya.

Bedi yang juga asli Kota Bogor merasakan semangat perubahan yang diusung Bima-Usmar dapat terealisasi. “Saya yakin dia akan melakukan pembenahan soal tata ruang yang selama ini terlihat semrawut karena banyaknya pembangunan hotel yang menyalahi aturan. Pembenahan itu harus dilakukan mulai dari dalam, dalam hal ini kaitannya reformasi birokrasi, itu semua harus dilakukan,” katanya.

Hal senada diungkapkan, Pengamat Politik dari Institut Pertanian Bogor Sofyan Sjaf. Menurutnya perolehan suara dalam Pilkada Kota Bogor yang dimenangkan tipis Bima-Usmar dengan selisih 0,44 persen (1.755 suara) dari pesaingnya Achmad Ru’yat-Aim Halim Hermana (Ru’yat-Aim) yang memperoleh 131.080 suara (32,70 persen) merupakan kemenangan pemilih pemula dan anak usia produktif.

“Kemenangan tipis Bima terhadap Ru’yat adalah kemenangan pemilih pemula dan anak muda (usia produktif) di Kota Bogor. Secara psikologis mereka tsb menaruh harapan dan mimpi kepada Bima untuk masa depan Kota Bogor,” jelasnya.

Jadi menurutnya, jangan sampai Bima mencederai harapan dan impian anak muda yang memiliki andil besar dalam memenangkannya.

“Dari beberapa Pilkada yang digelar, kemenangan tipis selalu disertai dengan gugatan dari rivalitasnya. Sebaiknya, Bima tidak euforia atas kemenangan ini. Namun harus mempersiapkan jawaban-jawaban/sanggahan dari penggugat sedini mungkin. Sy kira Bima telah memiliki point-point sanggahan dari rivalitasnya,” katanya.

Tak hanya itu, untuk menambah kepercayaan publik, sebaiknya Bima-Usmar secepat mungkin mengekspose langkah-langka program 100 hari kedepan. “Dan melakukan kontrak sosial dan kontrak dengan KPK untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan negara,” ujarnya.

Menurutnya, kemenangan Bima merepresentasikan hilangnya kepercayaan publik terhadap partai pengusung pasangan nomor urut 3 yang diusung PKS, PPP dan Hanura. “Ini bisa menjadi refleksi bagi partai pengusungnya di pemilu 2014 nanti,” tandasnya.

Seperti diketahui dalam rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara Pilkada Kota Bogor Bima-Usmar menggungguli empat pasang calon lainnya dengan perolehan 132.835 suara (33,14 persen). Disusul pesaingnya Ru’yat-Aim yang memperoleh 131.080 suara (32,70 persen).

Sedangkan pasangan calon lainnya yakni nomor urut 4 Dody Rosadi-Untung W Maryono menempati posisi tiga hanya meraup 67.715 suara (16,89 persen), kemudian nomor urut 5 Syaiful Anwar-Muztahidin 43.448 suara (10,84 persen) dan diposisi paling buncit diraih pasangan nomor urut 1 Firman Halim-Gartono 25.793 suara (6,43 persen).

Hasil rapat rekapitulasi tersebut ditandatangani seluruh saksi tim sukses pasangan calon yang bertarung di Pilkada Kota Bogor, kecuali saksi pasangan nomor urut 3. “Tidak menandatangani berita acara hasil rekapitulasi KPU ini merupakan sebagai bagian dari upaya keberatan, selain itu kita juga akan melakukan gugatan atau upaya hukum ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait bukti-bukti pelanggaran yang dilakukan pasangan nomor urut 2 (Bima-Usmar), khususnya di kecamatan Bogor Timur dan Bogor Barat,” kata Sekretaris Tim Sukses Ru’yat-Aim, Najamudin, Kamis (19/9).

Sementara itu Ketua KPU Kota Bogor Agus Teguh Suryaman mengatakan jika memang ada pasangan calon yang keberatan dengan hasil rekapitulasi perhitungan suara ini, mempersilahkan menempuh jalur sesuai aturan dan ketentuan berlaku.

Pages: 1 2

Rachmat Yasin-Nurhayanti menangi Pilkada Kabupaten Bogor

Rachmat Yasin-Nurhayanti menangi Pilkada Kabupaten Bogor

Rachmat Yasin-Nurhayanti menangi Pilkada Kabupaten Bogor

Bogor (ANTARA News) – Pasangan Rachmat Yasin dan Nurhayanti berhasil memenangi Pilkada Kabupaten Bogor 2013, dengan perolehan suara 1.225.927 atau 64,83 persen.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu malam, menetapkan Rachmat Yasin dan Nurharyanti sebagai bupati dan wakil bupati terpilih periode 2014-2019, setelah melalui rapat pleno rekapitulasi perhitungan hasil pilkada di Cibinong.

Sementara, pasangan Gunawan Hasan-Muhammad Akri Falaq meraih 362.265 suara atau 18,7 persen, disusul pasangan Karyawan Faturachman-Adrian Aria Kusuma sebesar 193.535 suara atau 9,99 persen dan pasangan Alex Sandy Ridwa-Hengky Tarnando sebesar 125.637 suara atau 6,48 persen.

“Dengan selesainya rekapitulasi perhitungan hasil perolehan suara pilkada, ditetapkan Rachmat Yasin-Nurhayanti sebagai bupati dan wakil bupati terpilih dengan perolehan suara 64,83 persen,” kata Ketua KPU Kabupaten Bogor, Achmad Fauzi.

Meski pengesahan penetapan pemenang Pilkada Kabupaten Bogor ini tidak ditandatangani oleh tiga saksi dari pasangan calon nomor urut 1, 2 dan 4, penetapan pemenang pilkada tetap dilakukan.

Jumlah suara sah dalam Pilkada Kabupaten Bogor, menurut rekapitulasi KPU yakni 1.937.365 atau 96.47 persen dari jumlah daftar pemilih tetap 3.190.543 orang. Sebanyak 70.800 surat suara dinyatakan tidak sah.

Kemenangan Rachmat Yasin (RY) pada pilkada Kabupaten Bogor telah diprediksikan oleh Ketua DPC PPP Ade Munawaroh.

“Kami sudah memprediksikan kemenangan mutlak 60 persen. Masyarakat yang menginginkan kemenangan ini, karena figur RY di masyarakat yang sangat diminati,” kata Ade.

antaranews.com

Pasca Pilkada, KWB Persatukan Kembali Warga Bogor Terkotak-Kotak

Bima Arya dan Ru'yat Saling Klaim Menangi Pilkada Kota Bogor

Bima Arya dan Ru’yat Saling Klaim Bima Arya dan Ru’yat Saling Klaim Menangi Pilkada Kota BogorMenangi Pilkada Kota Bogor

BOGOR - Dua pasangan calon Wali Kota Bogor saling klaim kemenangan. Kubu Bima Arya Sugiarto-Usmar Hariman dan Achmad Ru’yat-Aim Halim Hermana mengklaim memenangi Pilkada yang digelar hari Sabtu (14/9/2013) ini.

Hasil hitung cepat versi Media Center BISA (Bima Arya-Usmar),pasangan nomor urut 2 memenangi Pilkada Kota Bogordengan memperoleh 34,5 persen. Disusul kemudian oleh pasangan nomor urut 3, Ru’yat-Aim dengan 32,8 persen.

Namun hitung cepat versi Ru’yat-Aim mengklaim mereka yang memenangi Pilkada Kota Bogor dengan perolehan 34,35 persen disusul pasangan Bima Arya sebesar 29, 01 persen.

Berikut hitung cepat versi kubu Bima Arya-Usmar yang dikerjakan oleh Charta Politika hingga pukul 16.45 WIB:

1.Firman Sidik Halim-Gartono = 05,9% 2.Bima Arya-Usmar Hariman = 34,5% 3.Achmad Ru’yat-Aim Halim Hermana = 32,8% 4.Dody Rosadi-Untung W. Mary />5.Syaiful Anwar-Muztahidin Al Ayubi = 10,5%

Hitung cepat kubu kubu Ru’yat-Aim 1.Firman Sidik Halim-Gart />2.Bima Arya-Usmar Hariman = 29, 01 % 3.Achmad Ru’yat-Aim Halim Hermana = 34,35 % 4.Dody Rosadi-Untung W. Mary % 5.Syaiful Anwar-Muztahidin Al Ayubi = 8,85 %

tribunnews.com

 

 

Kapolda Jabar: Kalau polisi takut, bagaimana rakyat?

Kapolda Jabar: Kalau polisi takut, bagaimana rakyat?

Kapolda Jabar: Kalau polisi takut, bagaimana rakyat?

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suhardi Alius meninjau langsung situasi keamanan dalam proses pencoblosan di Pilkada Kota Bogor.

Irjen Pol Suhardi memantau proses pemungutan suara di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), di antaranya TPS 7 di Kelurahan Pabaton, Bogor Tengah dan TPS 15 di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor, Sabtu (14/9).

Turut mendampingi Karo SDM Polda Jabar, Wakapolres Bogor Kota, Kompol M Santoso, Kasubag Humas, AKP Lalu Hedwin, Kasat Lantas, AKP Brasmatyo dan pimpinan lainnya dari Polda Jabar dan Polres Bogor Kota.

Di sela-sela peninjauan situasi keamanan kontestasi politik di Kota Bogor itu, orang nomor satu di Polda Jawa Barat ini mengatakan, secara keseluruhan, situasi Pilkada di Jawa Barat relatif aman.

“Untuk itu, saya berharap Kota Bogor yang hari ini memilih pemimpinnya juga berlangsung aman dan lancar,” kata Irjen Suhardi.

Lebih lanjut ia menambahkan, terkait aksi brutal pelaku yang menjadikan polisi sebagai sasaran penembakan, ia meminta anggotanya untuk tingkatkan kewaspadaan agar terus melayani masyarakat.

“Ini sudah konsekuensi dari tugas polisi. Walau dijadikan sasaran oleh pelaku, semangat melayani masyarakat jangan kendur. Kalau polisi takut, bagaimana dengan rakyat,” paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, hari ini 673.938 warga Kota Bogor memilih pemimpinnya untuk lima tahun ke depan (2014-2019). Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor optimistis tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Kota Bogor pada hari ini bisa mencapai 75 persen.

“Di tengah menurunnya tingkat partisipasi publik dalam pilkada di beberapa daerah, saya yakin dengan upaya yang kita lakukan dalam menekan golput dapat tercapai,” ujar Ketua KPU Kota Bogor Agus Teguh Suryaman.

merdeka.com

Bima Arya: Waspadai Tuyul Politik di Pilkada Kota Bogor

Kubu Bima Arya Klaim Kemenangan di Pilkada Bogor

Kubu Bima Arya Klaim Kemenangan di Pilkada Bogor

akarta - Kubu calon wali kota-wakil wali kota Bogor, Bima Arya Sugiarto-Usmar Hariman mengklaim kemenangan dalam pemilihan wali kota Bogor yang digelar Sabtu 14 September 2013.

Dari hasil hitung cepat yang dilakukan lembaga survei Carta Politika, pasangan nomor urut 2  Bima Arya-Usmar unggul dengan angka 35 persen. Peringkat ke dua ditempati pasangan nomor 3 yang juga pasangan inkumben Achmad Ru’yat-Aim dengan 33,1 persen.

Diurutan ke tiga ditempati pasangan nomer urut empat (Dody Rosadi-Untung Maryono) sebanyak 15.8 persen, diurutan ke empat di tempati oleh nomer urut pasangan Lima (Syaeful Anwar-Muztahidin Al Ayubi) sebanyak 10.0 persen dan di posisi terakhir ditempati  pasangan nomer satu, yakni Firman Sidik Halim-Gartono sebanyak 6.1 persen. “Uji sampel dilakukan di 200 TPS dengan margin error sebesar 1 persen” ungkap Direktur Riset Carta Politika Yunarto Wijaya.

Adapun kubu Achmad Ru’yat mengklaim merekalah pemenang pemilihan wali kota Bogor. Pasangan yang diusung oleh PKS dan PPP ini berdasarkan hitung cepat dari tim sukses mereka menempati urutan pertama dengan hasil suara 35,2 persen. Tempat ke dua ditempati pasangan Bima Arya-Usmar dengan angka 31,8 persen.

Posisi ketiga di tempati oleh pasangan nomer urut empat (Dody Rosadi-Untung Maryono) sebanyak 15,4 persen, disusul oleh pasangan nomer lima (Syaeful Anwar-Muztahidin Al Ayubi) sebanyak 10,5 persen dan di posisi terakhir ditempati pasangan nomer satu, yakni Firman Sidik Halim-Gartono sebanyak 7,1 persen.

“Metode penghitungan ini menggunakan sampling random dari 1814 TPS dengan sampel 300 TPS atau 81.327 pemilih dan sampling error sebesar 0.3 persen,” kata ketua tim sukses Achmad Ru’yat-Aim,  Iwan Suryawan.

Sementara itu,Achmad Ru’yat menyatakan terima kasih kepada warga dan masyarakat Kota Bogor, karena dalam pelaksanaan pemilihan yang digelar Sabtu 14 September 2013 berjalan kondusif. ” Kami siap menang dan siap kalah, untuk itu kita tunggu saja hasilnya karena masih dalam proses perhitungan,” kata dia.

tempo.co

Pasca Pilkada, KWB Persatukan Kembali Warga Bogor Terkotak-Kotak

Hari Ini Pilwalkot Bogor Digelar

Hari Ini Pilwalkot Bogor Digelar

Hari ini warga Bogor akan melakukan pemilihan Walikota. Pemilihan ini akan dimulai dari pukul 07.00 Wib.

Pada pemilihan Walikota Bogor ini akan bertarung lima pasangan calon. Mereka adalah pasangan calon nomor urut satu Firman Sidik Halim-Gartono, nomor urut dua Bima Arya-Usmar Hariman, nomor urut tiga Achmad Ru’yat-Aim Halim Hermana, nomor urut empat Dody Rosadi-Untung W Maryono, dan nomor urut lima Syaiful Anwar-Muztahidin Al Ayubi.[jat]

inilah.com

Pilkada Dimanfaatkan oleh Pengusaha

Pilkada Bogor 8 September, personel keamanan dikerahkan

Pilkada Bogor 8 September, personel keamanan dikerahkan

Sebanyak 2.300 personel gabungan kepolisian, TNI, dan unsur masyarakat dikerahkan untuk pengamanan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang akan digelar 8 September 2013.

“Total ada 2.300 personel yang dikerahkan dalam pengamanan pemungutan suara, personel berasal dari unsur gabungan Polri, TNI dan ormas,” kata Kapolres Bogor AKBP Asep Syafruddin saat ditemui usai istighatsah persiapan pengamanan pemilihan bupati di Mapolres Bogor, Cibinong, Jawa, Kamis.

Kapolres menyebutkan, pengamanan pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bogor telah dilakukan sejak awal, mulai dari pengundian nomor urut hingga masa kampanye yang telah berakhir pada Rabu (4/9).

Selama masa kampanye, kata Kapolres, pelaksanaanya berlangsung aman, lancar, dan kondusif, tidak ditemukan adanya gangguan keamanan di masyarakat.

“Kami juga melakukan pengamanan pendistribusian surat suara ke setiap TPS mulai dari KPU, PPK hingga TPS, semua berjalan lancar,” kata Kapolres.

Kapolres mengatakan, selama pengamanan pilkada Kabupaten Bogor mendapatkan bantuan pengamanan dari Brimob Polda sebanyak 2 SSK (satuan setingkat kompi) yang sudah disebar ke sejumlah desa di Kabupaten Bogor.

“Dalam pengamanan ini, selain dari unsur kepolisian, juga ada TNI, Linmas dan kami juga dibantu pengamanan oleh Polres terdekat seperti Kota Bogor, Sukabumi, Cianjur, dan Depok,” kata Kapolres.

Kapolres menambahkan, pada hari pemungutan suara, setiap Polsek telah disiagakan 10 anggota brimob yang ikut membantu dalam pengamanan pelaksanaan pilkada, terutama di daerah rawan.

Pelaksanaan Pilkada Kabupaten Bogor diikuti oleh empat pasangan yakni Gunawan Hasan-Muhammad Akri Falaq, dan Alex Sandy Ridwan-Hengky Tarnando dari dari perorangan.

Sedangkan jalur partai politik diikuti pasangan Rachmat Yasin-Nurhayanti dan Karyawan Faturachman-Adrian Aria Kusuma.

Pilkada Kabupaten Bogor akan diikuti sekitar 3,5 juta pemilih dengan jumlah TPS sebanyak 7.716 yang tersebar di 40 kecamatan dan 500 desa.

antaranews.com

 

Pasca Pilkada, KWB Persatukan Kembali Warga Bogor Terkotak-Kotak

1.500 Personel Amankan Pilkada Kota Bogor

1.500 Personel Amankan Pilkada Kota Bogor

Kepolisian Resor Bogor Kota mengoordinasikan 1.500 personel untuk mengamankan pelaksanaan Pemilihan Umum Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor. Demikian diutarakan oleh Kepala Kepolisian Resor Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bahtiar Ujang Purnama seusai simulasi pengamanan pilkada, Jumat (23/8/2013).

Ujang memaparkan, sekitar 700 dari 1.500 personel itu ialah jajaran Kepolisian Resor Bogor Kota. Jumlah 700 itu setara dua per tiga dari kekuatan yang 1.170 orang.

Untuk 800 personel lainnya terdiri atas 300 pasukan TNI, 100 personel Brimob dan 100 personel Dalmas Polda Jabar, dan 300 personel dari Kepolisian Resor Bogor, Kepolisian Resor Cianjur, dan Kepolisian Resor Sukabumi.

Di antaranya 1.500 petugas keamanan itu, kata Bahtiar, 400 di antaranya ialah pasukan pemukul. Pasukan ini bertugas bereaksi secara cepat mengatasi kericuhan hingga kerusuhan saat pelaksanaan pilkada.

Pasukan pemukul akan dilengkapi persenjataan. Namun, tidak satu pun senapan yang akan berisi peluru tajam. Jika senapan diletuskan pun, pelurunya tumpul atau cuma bertujuan melumpuhkan. “Dengan begitu kami akan semakin profesional sekaligus humanis,” kata Bahtiar.

Simulasi pengamanan pilkada dihadiri oleh unsur Muspida Kota Bogor dan peserta pilkada. Antara lain Pelaksana Harian Sekretaris Kota Bogor Ade Syarif Hidayat, calon wali kota Firman Halim (nomor 1), calon wali kota Bima Arya (nomor 2), dan calon wali kota Dody Rosadi (nomor 4).

kompas.com