KUDUS: Panwaslu Kudus memanggil Ojek Colo

ilustrasi-panwaslu

 

KUDUS – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Kudus telah memanggil pengurus ojek Colo, untuk dimintai keterangannya soal dugaan mobilisasi penyedia jasa ojek untuk menghadiri kampanye salah satu pasangan calon bupati Kudus.

ketua panwaslu kudus, bati susianto menjelaskan laporan dugaan pelanggaran penentuan kepala tempat ( pilkada ) kudus pada penyedia layanan ojek di desa colo, kecamatan dawe, kudus, udah di terima pada minggu ( 19/5 ).

pada hari yang sama, lanjutnya, panwaslu kudus juga melayangkan surat pemanggilan pada pengurus atau pihak yang bertanggung jawab dalam kepengurusan paguyuban ojek colo.

disamping itu, dia memberi tambahan panwaslu juga memanggil pelapor dan saksi yang lihat segera terdapatnya pengumuman yang menghendaki penyedia layanan ojek yang tergabung dalam persatuan angkutan sepeda motor muria ( pasmm ) memanfaatkan seragam merah putih serta berkumpul di pangkalan ojek.

dalam pengumuman tersebut, tercantum juga sanksi untuk yang tidak mengindahkannya diancam sanksi satu pekan.

“kami juga udah mendatangi segera lokasi terdapatnya pengumuman tersebut. benar-benar benar ada pengumuman tersebut, ” tuturnya, senin. ( 20/5 ). menurut dia, panwasku belum dapat menyimpulkan perihal tersebut tergolong pelanggaran dalam pilkada atau tidak.

Di menuturkan pemaksaan terhadap seseorang untuk menghadiri kampanye salah satu pasangan calon tertentu merupakan pelanggaran.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Ojek Colo, Mohammad Sahid Garno Sunarno ketika dimintai konfirmasinya, enggan berkomentar.

“Sebelum memberikan keterangan kepada Panwaslu Kudus, saya belum bisa berkomentar,” ujarnya.

Ahmad Triswadi, salah seorang warga yang melaporkan dugaan pelanggaran tersebut kepada Panwaslu Kudus menuturkan sudah melaporkannya ke Panwaslu Kudus yang diterima Satrio Ajie selaku wakil dari Pihak Sekretariat Panwaslu Kudus pada 19 Mei 2013.

“Laporan itu diharapkan segera ditindaklanjuti,” tuturnya. Apalagi, dia menambahkan sudah disertai alat bukti berupa foto yang menerangkan ada sebuah rencana pengerahan masa yang waktu dan tempatnya telah ditentukan.

Dia mengharapkan ada sanksi serta hukuman yang setimpal bagi pelaku yang diduga kuat melakukan pelanggaran Pilkada.

Dalam pengumuman yang dia lihat di pangkalan ojek Colo tersebut, tertulis “diberitahukan kepada semua anggota PASMM Siang, Selasa (21/5) memakai seragam merah putih, bagi yang tidak berangkat akan terkena sanksi satu minggu, diharapkan jam 10 kumpul semua di pangkalan ojek”.

“Hal itu, merupakan bentuk eksploitasi terhadap hak pribadi seseorang dalam menentukan pilihan calon pemimpin Kabupaten Kudus yang diinginkannya,” ujarnya.

Dia menganggap pengumuman tersebut diduga kuat untuk memobilisasi semua penyedia jasa ojek yang tergabung dalam PASMM untuk menghadiri kampanye salah satu Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus pada 21 Mei 2013.

Dalam Pilkada Kudus 2013, bakal diikuti lima pasangan calon, yakni pasangan calon Muhammad Tamzil-Asyrofi, Badri Hutomo-Sofiyan Hadi, Erdi Nurkito-Anang Fahmi, Musthofa-Abdul Hamid dan Budiyono-Sakiran.

 

 

 

 

KUDUS: Panwaslu Kudus memanggil Ojek Colo

Sumber: bisnis-jateng.com

Leave a comment

Your email address will not be published.

*