Panwaslu

 63kpu3

JAKARTA – ketua komisi pemilihan umum ( kpu ) husni kamil manik menyebutkan pemilihanumum kepala daerah ( pilkada ) serentak untuk pertama kalinya dilangsungkan di provinsi sumatera barat disaat pejabat sesaat gubernur dunidja.

“dalam catatan kpu, sehabis pilkada tunggal di kabupaten kutai kartanegara, sumbar melaksanakan pilkada serentak untuk 13 kepala daerah tingkat ii serta tingkat i pada tanggal 27 juni 2005 tanpa konflik, ” kata husni kamil manik, dalam seminar nasional dpp ika kampus andalas ( unand ), bertema “pilkada badunsanak, di hotel balairung, jakarta, ( 25/5 ).

dikarenakan kpud sumbar dinilai sukses kala menyelenggarakan pilkada serentak lanjut husni, kpu menugaskan kpud sumbar untuk mensupervisi pilkada serentak di provinsi nanggroe aceh darussalam untuk 17 kepala daerah serta tingkat i.

di antara kunci sukses pilkada di sumbar menurut husni dikarenakan dipakainya kearifan lokal yang untuk pertama kali di sosialisasikan oleh pjs gubernur sumbar dunidja, yang kita kenal dengan “pilkada badunsanak”.

“Terminalogi badunsanak dalam istilah Minangkabau berarti bersaudara berdasarkan sistem kekerabatan matrilinial/garis keturunan ibu (se suku, se payuang, se paruik atau se mande),” jelas mantan Ketua KPUD Sumbar itu.

Ketika itu potensi konflik sesungguhnya cukup besar karena incumbant (Zainal Bakar) ditolak mendaftar sebagai bakal calon gubernur oleh KPUD karena tidak memenuhi persyarata untuk mendaftar.

“Tapi setelah dijelaskan hal ikhwal persyaratan sebagaimana yang diatur oleh undang-undang tidak terjadi bakar-bakaran. Begitu juga hasil Pilkada, begitu Gamawan Fauzi dinyatakan menang, salah seorang lawannya, Kapitra langsung mengucapkan selamat kepada pemenang dan tidak ada bakar-bakaran,” ungkap Husni Kamil Manik

 

KPU Sumbar Dianggap Pelaksanaan Pilkada Terbaik Sepanjang Tahun 2013

Sumber: radarsukabumi.com