ARTI Gugat Sengketa Pilkada Mimika ke MK

pilkadaAMBON,- Anggaran pengamanan untuk pemilihan kepala daerah (pilkada) Maluku yang diusul kan  TNI/Polri, dikurangi oleh PemProv Maluku. Dana yang semula diusul kan mencapai sebesar Rp 34 miliar, dikurangi menjadi sekitar Rp 22 miliar.  

“Dana sebesar Rp 22 miliar ini akan dibahas lagi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Maluku dan TNI/Polri,” ujar Gubernur Maluku, Karel Albert Ralahalu, saat rapat kerja dengan KPU Maluku, di Ambon, Senin (22/4/2013).

Dia menegaskan, jika nanti dana telah disetujui DPRD Maluku bersama TNI/Polri, tidak ada alasan bagi TNI/Polri untuk tidak membantu pelaksanaan pilkada Maluku. ” Jadi nanti tidak ada alasan tidak ada anggaran,” ujarnya.

Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Pemerintah Provinsi Maluku, Mardin Simanjuntak, menolak merinci bagian dari anggaran yang diusulkan TNI/Polri, yang kemudian dirasionalisasi oleh pemerintah. “Masih dalam pembahasan jadi belum bisa disebutkan,” ujarnya.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Maluku, Komisaris Besar Murad Ismail, juga menolak menyebutkan untuk apa saja dana Rp 34 miliar yang diajukan TNI/Polri. Mengenai dana itu dikurangi jadi tinggal Rp 22 miliar, dia pun menyatakan hal itu masih bisa berubah karena belum diputuskan. ” Nanti kalau sudah ditetapkan besarannya, akan kita buka ke publik,” ujarnya.

Namun dia menyatakan telah berupaya menghemat dana untuk pengamanan tersebut. Salah satunya, uang makan personel TNI/Polri masih merujuk ke aturan lama yang besarnya Rp 55.000 per hari. Selain itu, bantuan pengiriman dua SSK polisi dari Mabes Polri dan Polda Jawa Timur didanai dari Mabes Polri.

Nantinya, dia melanjutkan, akan ada 6.676 personel polisi dan 957 personil TNI yang mengamankan pilkada Maluku.

Dana sebesar Rp 34 miliar merupakan dana pengamanan pilkada Maluku, jika pilkada dua putaran. Rinciannya, jika pilkada Maluku berlangsung satu putaran dana yang dibutuhkan Rp 26 miliar. Sementara jika berlangsung dua putaran, dana y ang dibutuhkan ditambah lagi delapan miliar rupiah.

Sumber : KOMPAS.com