You are here: Home » PILKADA » 5 Kepala Daerah “Bermain” di Pilkada Makassar

5 Kepala Daerah “Bermain” di Pilkada Makassar

pilkadaMAKASSAR– Pertarungan di Pilkada Makassar dipastikan bakal menjadi momentum pertarungan sejumlah kepala daerah yang siap ikut “bermain” di belakang kandidat.

Tercatat ada lima kepala daerah yang disebut-sebut tidak ingin ketinggalan bermain di belakang layar untuk memuluskan langkah masing-masing jagoannya. Mereka adalah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Bupati Gowa Ichsan Yasin Limpo, Bupati Sinjai Andi Rudiyanto Asapa, serta Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah. Dari lima kepala daerah itu, tiga di antaranya dikaitkan dengan beberapa kandidat.

Ilham “bermain” dua kaki, yakni ke duet Danny Pomanto-Syamsu Rizal (DIA) serta Muhyina Muin-Syaiful Saleh. Sementara Rudiyanto, sebelumnya sudah mempertegas sikap berada di belakang jagoan koalisi Partai Gerindra-Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Adil Patu-Isradi Zainal. Nurdin yang baru terpilih kembali di Bantaeng juga mem-backup Danny Pomanto.

Bahkan, Nurdin sudah mengerahkan mobil ambulans buatan Jepang untuk membantu memaksimalkan penerapan program Kartu DP Care milik Danny Pomanto. Khusus Syahrul, sejauh ini dikaitkan dengan beberapa nama. Jika kapasitasnya sebagai Ketua DPD I Golkar Sulsel, ia hampir pasti memberi dukungan ke Supomo Guntur yang menguat mendapat rekomendasi partai berlambang pohon beringin itu.

Namun, bila kapasitasnya sebagai gubernur, terutama ingin membalas jasa kemenangannya di pilgub, Syahrul memiliki kedekatan dengan Ketua DPP PDK Adil Patu serta Wakil Bendahara DPD I Golkar Sulsel Rusdin Abdullah. Sementara Ichsan Yasin Limpo meski belum terang-terangan kemana akan menjatuhkan dukungannya, namun Bupati Gowa dua periode ini selalu menjadi aktor penting menduetkan kandidat tertentu atau mem-backuppemenangannya.

Saat pemilihan masih di DPRD, Ichsan berada di barisan pemenangan Ilham Arief Sirajuddin- Andi Herry Iskandar. Begitu pun di pilkada 2008, politisi Golkar ini memfasilitasi penyatuan berpasangan antara Idris Manggabarani dan Adil Patu. Manajer Strategi Pemenangan Jaringan Suara Indonesia (JSI) IrfanJaya menguraikan,

peran kepala daerah yang ikut mendukung kandidat tertentu biasanya memberi endorsement atau pengaruh, terutama efek terhadapelektoral.“Pengaruhitu bisa kuat jika kepala daerah yang bersangkutan cukup dikenal di tempat berlangsungnya pilkada. Tetapi, jika tidak begitu populer, hanya akan menjadi kekuatan psikologis bagi kandidatnya,” tutur Irfan kemarin.

Sumber : Makasarterkini.com

Scroll To Top